Anggota MKD: Daripada Heboh Fasilitas, Lebih Baik Pikirkan Kelanjutan Kasus Setnov

Daripada mengurusi masalah fasilitas dan tunjangan, Dasrizal mengatakan, sebaiknya MKD fokus pada tindak lanjut kasus dugaan pelanggaran etik Setya Novanto.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 29 Des 2015 13:23 WIB

Author

Dwi Asrul Fajar

Anggota MKD: Daripada Heboh Fasilitas, Lebih Baik Pikirkan Kelanjutan Kasus Setnov

Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan DPR (MKD) Junimart Girsang (tengah) bersama para pimpinan MKD lain. (Foto: setkab.go.id)

KBR, Jakarta - Usulan Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan DPR (MKD) Junimart Girsang agar anggota MKD mendapat fasilitas setara pimpinan DPR ternyata tak didukung kalangan anggota MKD.

Anggota MKD dari Fraksi Partai Demokrat Dasrizal Basir menolak usulan itu. Dasrizal mengatakan tidak ada hubungannya antara pemberian fasilitas dengan independensi anggota MKD.

Daripada heboh mengurusi masalah fasilitas dan tunjangan, Dasrizal mengatakan, sebaiknya MKD fokus pada tindak lanjut kasus dugaan pelanggaran etik Setya Novanto.

"Nggak perlu kita bicarakan masalah tunjangan. Lebih baik kita bicarakan soal kelanjutan sidang Setya Novanto kemarin. Karena sidang kemarin belum ada keputusan, keputusannya hanya menerima pengunduran diri Novanto. Tidak ada hubungannya antara independensi dengan tunjangan yang naik," kata Dasrizal Basir kepada KBR, Selasa (29/12).

Sebelumnya, Wakil Ketua MKD DPR Junimart Girsang mengusulkan agar setiap anggota mendapat fasilitas lebih seperti pemimpin DPR. Misalnya, fasilitas mobil dan rumah. Menurut politisi PDI Perjuangan itu, pemberian fasilitas bisa membuat anggota MKD bekerja lebih independen.

"Saran saya, kalau (MKD) mau mandiri, berikan fasilitas yang lebih. Kasih rumah seperti pimpinan DPR, mobil seperti pimpinan DPR," kata Junimart di Jakarta, Senin (28/12/2015).
 
Dengan fasilitas itu, kata Junimart, anggota MKD tidak bisa diintervensi pimpinan DPR. Bahkan bila keanggotaan sudah permanen, partai pun tidak bisa intervensi.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17