Warga: Situasi Paniai Masih Mencekam

KBR, Jakarta - Kondisi di wilayah Enarotali, Kabupaten Paniai masih mencekam pasca kerusuhan yang menewaskan 5 warga. Ini akibat kerusuhan berdarah di sana.

NASIONAL

Selasa, 09 Des 2014 08:48 WIB

Author

Yudi Rachman

Warga: Situasi Paniai Masih Mencekam

Papua, demo, paniai

KBR, Jakarta - Kondisi di wilayah Enarotali, Kabupaten Paniai masih mencekam pasca kerusuhan yang menewaskan 5 warga. Ini akibat kerusuhan berdarah di sana.

Menurut Ketua Dewan Adat Paniai John Gobay, aparat TNI dan Polri berjaga-jaga di tiap sudut jalan. Kata dia, aktifitas ekonomi dan sekolah masyarakat belum berjalan karena masih banyak masyarakat yang takut keluar rumah.

"Masih mencekam. Ya polisi dan TNI siaga, bayangkan saja Bupati dan wakilnya diancam," ujar Ketua Dewan Adat Paniai John Gobay saat dihubungi KBR, Selasa (9/12)

John Gobay juga mendesak pemerintah pusat untuk turun tangan dalam menindak pelaku penembakan. Dia juga menuntut kepada TNI dan Polri untuk membayar ganti rugi adat sebesar Rp 4 miliar karena telah menewaskan 5 warganya.

Sebelummya Kepolisian Daerah Papua menyatakan Kabupaten Paniai berangsur pulih. Sampai saat ini polisi masih menyelidiki akar masalah kerusuhan yang melukai puluhan orang dan 5 orang tewas itu. Dia menduga dua kemungkinan yang menyebabkan kerusuhan itu terjadi.

Sebelumnya, sebanyak 5 warga sipil tewas ditembak aparat saat terjadi unjuk rasa di Lapangan Karel Gibai, Senin (8/12) besok. Penembakan dilakukan aparat karena massa menyerang Koramil dan Polsek setempat. Selain itu, warga yang diperkirakan 500 orang itu membakar mobil Toyota Fortuner.

Kelima korban tewas adalah Habakuk Degei, Neles Gobai, Bertus Gobai, Apinus Gobai, dan Sadai Yeimo. Selain korban tewas, pembubaran massa yang menggunakan senjata juga membuat 22 orang terluka, empat di antaranya kritis. Kerusuhan di Paniai ini terjadi kurang dari seminggu sejak dua anggota Brimob di Ilaga, Kabupaten Puncak, ditembak mati oleh orang-orang tidak dikenal dan seminggu setelah digelar aksi menuntut penentuan nasib Papua.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18