Tahun yang Buruk bagi Penerbangan Malaysia

Tiga pesawat mengalami insiden.

NASIONAL

Minggu, 28 Des 2014 16:06 WIB

Author

Citra Dyah Prastuti

Tahun yang Buruk bagi Penerbangan Malaysia

QZ8501, Air Asia, pesawat hilang


KBR – Hilang kontaknya pesawat Air Asia QZ8501 di penghujung tahun 2014 menjadi penutup buruknya tahun ini bagi industri penerbangan Malaysia. 


Malaysia masih belum bisa melupakan trauma hilangnya dua pesawat Malaysia Airlines dengan jenis Boeing 777 dan Boeing 537. Kini Malaysia harus dihadapkan lagi dengan peristiwa nahas terhadap pesawat Air Asia – 49 persen saham perusahaan tersebut dimiliki oleh Air Asia yang berbasis di Malaysia. 


Sebelumnya, pada 8 Maret 2014, pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan MH370 yang terbang dari Kuala Lumpur ke Beijing hilang tanpa jejak. Pesawat itu membawa 239 penumpang – kebanyakan warga negara Tiongkok. Setelah pencarian selama lebih 10 bulan, belum jelas betul apa yang terjadi terhadap pesawat tersebut. Sejauh ini tidak ditemukan bangkai pesawat di lokasi yang diperkirakan menjadi tempat jatuhnya pesawat. 


Terkait hilangnya MH370, Air Asia juga ikut harus minta maaf. Sebab dalam majalah internal penerbangan yang terbit kurang dari sebulan setelah insiden tersebut, muncul iklan dengan tulisan: “Beristirahatlah dengan tenang – kapten pilot sangat siap untuk memastikan pesawat tidak akan hilang.” 


Setelah itu pada 17 Juli 2014, Malaysia Airline kembali mendapat kabar buruk dari pesawat Boeing 777 miliknya. Pesawat itu ditembak di atas langit Ukraina, menewaskan 298 penumpang, termasuk di antaranya 43 orang Malaysia. Pesawat tertembak ketika melintas di wilayah udara yang jadi area konflik antara Rusia dan Ukraina. 


Dua insiden ini membuat Malaysia Airlines terpuruk. Maskapai penerbangan ini mengalami kerugian besar. 


Sebelum dua insiden ini, industri penerbangan Malaysia memiliki catatan keselamatan penerbangan yang baik. Insiden serius hanya terjadi di September 1995 ketika pilot pesawat salah membuat perhitungan saat mendarat – 34 dari 49 penumpang tewas di dalam pesawat Fokker tersebut. 


(Sumber: Straits Times) 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18