Strategi Purbalingga Menuju Kota Hijau

KBR, Jakarta - Kabupaten Purbalingga menjadi kawasan yang konsentrasi memperbaiki lingkungannya. Saat ini kabupaten yang mempunyai persawahan cukup luas itu tengan menuju ke kawasan kota hijau.

NASIONAL

Senin, 15 Des 2014 18:40 WIB

Author

Pebriansyah Ariefana

Strategi Purbalingga Menuju Kota Hijau

purbalingga, IGRA

KBR, Jakarta - Kabupaten Purbalingga menjadi kawasan yang konsentrasi memperbaiki lingkungannya. Saat ini kabupaten yang mempunyai persawahan cukup luas itu tengan menuju ke kawasan kota hijau.

Untuk diketahui, penggunaan lahan Kabupaten Purbalingga pada tahun 2012 masih didominasi oleh Sawah (33%) dan tanah kering (32%). Jumlah luasa lahan sawah mengalami penurunan sebanyak 5,8% dibandingkan pada tahun 2011. Pada tahun 2012 luas lahan sawah 22.311,49 ha sedangkan pada tahun 2011 luas lahan sawah 23.697,30.

Luas pemukiman pada tahun 2012 meningkat drastis dibandingkan dengan tahun 2011 yaitu meningkat 67,39%. Pada tahun 2011 luas penggunaan lahan untuk pemukiman adalah 11.489 ha sedangkan pada tahun 2012 meningkat menjadi 19.246,9.

Berdasarkan RTRW Kabupaten Purbalingga 2011-2031, Kawasan Resapan Air merupakan kawasan lindung yang memberi perlindungan kawasan di bawahnya. Kawasan ini mempunyai kriteria sama dengan kawasan lindung hanya berada pada lokasi di luar kawasan hutan.

Kawasan konservasi yang ada di Kabupaten Purbalingga berupa kawasan konservasi lahan yang berfungsi sebagai kawasan resapan air (recharge area), menjaga kesuburan tanah dan pencegah erosi serta hilangnya kesuburan tanah serta mencegah bencana alam gerakan tanah (longsoran).

Lokasi kawasan resapan air ini berada di sekitar kawasan hutan lindung di wilayah Kabupaten Purbalingga bagian utara, yaitu Kecamatan Kutasari (Desa Cendana, Karangcegak, Candiwulan, Karangjengkol, Candinata), Kecamatan Bojongsari (Desa Bumisari, Banjaran), Kecamatan Karangreja (Desa Serang, Kutabawa, Siwarak, Karangreja, Tlahab Kidul, Tlahab Lor), Kecamatan Mrebet (Desa Binangun, Pengalusan, Sangkanayu, Onje, Tangkisan, Sindang), Kecamatan Bobotsari (Desa Talagening, Telagayasa, Palumbungan, Limbasari, Banjarsari, Karangmalang) Kecamatan Karanganayar (Desa Ponjen, Karanganyar), Kecamatan Kertanegara (Desa Krangean, Darma), Kecamatan Karangjambu (Desa Sirandu, Purbasari, Karangjambu, Sanguwatang, Jingkang, Danasari), Kecamatan Karangmoncol (Desa Sirau, Kramat, Tunjungmuli), dan Kecmatan Rembang.

Pada Tahun 2012 Pemda Purbalingga melalui Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Purbalingga melakukan pemantaun kualitas air sungai. Pada parameter pH di hulu Sungai Pekacangan ditemukan kadar pH yang tinggi hampir sama dengan ambang batas yaitu 8,29. Jika pada titik hulu kadar pH sudah tinggi di khawatirkan akan berpengaruh pada biota yang ada di sepanjang sungai tersebut.

Berikut strategi Purbalingga untuk mengembangkan program kota hijau:

1. Green Planning And Design
Dalam program ini, Purbalingga menyusun Peta Hijau dan menyusun Masterplan RTH

2. Green Community
Keikutsertaan masyarakat dalam penyediaan dan penataan RTH menjadi penting karena masyarakat akan menjadi penerima manfaat yang utama sekaligus membangun rasa kepemilikan (sense of ownership terhadap RTH). Saat ini di masyarakat sudah banyak terbentuk jaringan komunitas yang peduli akan perwujudan Kota Hijau. Dalam prosesnya, pelaksanaan P2KH harus mampu melibatkan komunitas tersebut dan masyarakat agar kesadaran akan pentingnya RTH dan perubahan gaya hidup menjadi lebih peduli lingkungan dapat dipahami oleh masyarakat dan diwujudkan dalam praktek yang lebih luas. Format CSR yang dikembangkan oleh perusahaan swasta juga dapat menjadi salah satu pertimbangan.

3. Green Open Space
Dalam implementasinya Green Open Space diwujudkan melalui kegiatan penyusunan DED dan peningkatan kualitas dan kuantitas RTH perkotaan. Dalam kegiatan penyusunan DED faktor kreatifitas dan inovasi harus ditonjolkan sehingga dapat dihasilkan RTH yang sesuai karakteristik dan potensi kota sehingga dapat memenuhi fungsinya baik secara ekologis, sosial, bahkan ekonomi.

4. Green Energy
Green Energy meliputi konsumsi energy yang efisien, salah satunya dengan penggunaan energi alternatif, misal pengunaan solar cell ( Energi Matahari), pengembangan Biogas dari Kotoran ternak dan Biogas dari sampah organik.

5. Green Water
Green Water adalah pengelolaan air yang efektif, salah satunya dengan pengelolaan sumber daya air yang efektif. Misalnya pembuatan sumur resapan dan Lubang Resapan Biopori (LBR) yang berfungsi untuk mengurangi run off pada musim hujan dan menjadi cadangan air pada musim kemarau.

6. Green Waste
Green Waste merupakan pengelolaan limbah dengan prinsip 3 R, yaitu Reuse (penggunaan kembali), Reduce (Pengurangan Sampah) dan Recyle (Daur Ulang Sampah). Salah satu langkah nyata yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga adalah dengan menginisiasi pembentukan Bank Sampah, baik memfasilitasi secara fisik maupun dengan berbagai sosialisasi di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Purbalingga. Sampai dengan hari ini ada belasan Bank Sampah di Kabupaten Purbalingga baik yang sudah aktif maupun yang masih dalam bentuk rintisan.

7. Green Transportasion
Green Transportasion atau transportasi ramah lingkungan, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah dengan cara mewujudkan jalur khusus untuk sepeda, menyediakan transportasi massal sehingga masyarakat beralih dari kendaraan pribadi. Sehinggga diharapkan akan terjadi pengurangan emisi GRK (Gas Rumah Kaca) dari sumber bergerak.

8. Green Building
Green Building atau bangunan yang ramah lingkungan salah satu cara adalah dengang mewujudkan bangunan yang berasal dari kayu atau bahan yang ramah lingkungan.

Kabupaten Purbalingga adalah finalis Indonesian Green Region Award (IGRA) 2014. Di IGRA tahun ke-5 ini, penjurian akan dilakukan pada 15 Desember dan pengumuman dilakukan pada 22 Desember 2014. Penghargaan akan diberikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

IGRA merupakan ajang penghargaan pertama yang diberikan perusahaan media untuk mendorong pemerintah daerah membuat kebijakan yang lebih pro lingkungan hidup dan hutan, hasil kerjasama Kantor Berita Radio (KBR) dengan Majalah SWA.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme