Refly Harun Menolak Disebut Tidak Independen

KBR, Jakarta - Anggota Panitia Seleksi Hakim Konstitusi, Refli Harun menolak disebut tidak independen. Keberadaan Refly dan Todung Mulya Lubis di panitia ditolak Mahkamah Konstitusi lantaran khawatir tidak independen.

NASIONAL

Senin, 15 Des 2014 20:04 WIB

Author

Bambang Hari

Refly Harun Menolak Disebut Tidak Independen

Refly harun, MK

KBR, Jakarta - Anggota Panitia Seleksi Hakim Konstitusi, Refli Harun menolak disebut tidak independen. Keberadaan Refly dan Todung Mulya Lubis di panitia ditolak Mahkamah Konstitusi lantaran khawatir tidak independen.

Refly justru menilai alasan penolakan yang diungkapkan MK tidak mendasar. Sebab menurutnya, yang menentukan lolos tidaknya calon hakim adalah ketujuh orang panitia.

"Saya tidak mau mengomentari apa motivasi MK menolak keberadaan saya dan Todung Mulya Lubis di Panitia Seleksi. Hanya saja bisa saya pastikan, pansel akan bekerja sebaik-baiknya untuk mengirimkan nama-nama calon Hakim Konstitusi yang terbaik," katanya saat dihubungi KBR, Senin (15/12).

"Lagipula putusan pansel itu kan merupakan putusan tujuh orang yang memiliki suara yang sama. Tidak hanya ditentukan oleh satu atau dua orang saja. Lalu sebenarnya, ini kan semuanya pada akhirnya berpulang kepada presiden untuk menentukan siapa hakim konstitusi yang satu itu," tambah Refly.

Sementara, ditemui ditempat terpisah di Jakarta, Anggota Komisi Hukum DPR Bambang Soesatyo menyebut alasan Mahkamah Konstitusi menolak Refly Harun dan Todung Mulya Lubis sebagai panitia seleksi hakim MK masuk akal.

Bambang mengatakan 2 anggota Pansel tersebut memang sering berperkara di Mahkamah Konstitusi. Sehingga jika terlibat dalam penentuan calon anggota hakim MK maka dapat dikategorikan sedang menanam investasi yang akan dipetik saat berperkara di MK

“Alasan MK menolak dua tokoh ini masuk di akal dan Komisi Hukum DPR memahaminya. MK itu ada kamarnya dari pemrintah dan ada kamarnya dari DPR dan juga dari MA. Saya tidak tahu dua orang ini dari kamar pemerintah ataukah DPR," kata Bambang Soesatyo di Gedung DPR.

Sebelumnya, Ketua Mahkamah Konstitusi, Hamdan Zoelva telah menolak keputusan Presiden Jokowi yang menunjuk pakar hukum Refly Harun dan pengacara senior Todung Mulya Lubis menjadi anggota Panitia Seleksi (Pansel) hakim konstitusi.

Hamdan khawatir keduanya membuat proses seleksi tak dapat menghasilkan keputusan objektif mengingat keduanya aktif berperkara di MK.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri