Pemerintah Tak Gubris Desakan Penjarakan Kembali Pollycarpus

Pemerintah menegaskan tidak akan mempetimbangkan kembali remisi kepada Polycarpus Budihari Priyanto meskipun mendapat desakan dari masyarakat.

NASIONAL

Senin, 01 Des 2014 09:30 WIB

Author

Sasmito

Pemerintah Tak Gubris Desakan Penjarakan Kembali Pollycarpus

munir, ham, pollycarpus

KBR, Jakarta- Pemerintah menegaskan tidak akan mempertimbangkan kembali remisi kepada Polycarpus Budihari Priyanto meskipun mendapat desakan dari masyarakat. 


Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly beralasan, pemberian remisi tersebut sudah sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Ditambah lagi, Polycarpus juga telah menjalani 2/3 dari hukuman penjara yang dijatuhkan.


"Sebetulnya dia kan hukumannya awalnya 2 kali PK. Pertama 18 tahun, kemudian perubahannya 14 tahun. Nah di 2/3 itu sebenarnya 2012, masih dalam proses hukum. Jadi saya kira inilah waktunya yang tepat dan kita sudah mempertimbangkan banyak hal," jelas Yasonna Laoly di Istana Jakarta


Yasonna Laoly menambahkan pemberian remisi tersebut sudah sesuai dengan semangat lembaganya yang bertujuan membina narapidana. Dia menyarankan bagi masyarakat yang ingin menuntut pelanggar HAM dihukum berat seharusnya hal tersebut dilakukan di pengadilan. 


Sebelumnya, pemerintah memberikan remisi kepada terpidana kasus pembunuhan pegiat HAM Munir, Polycarpus Budihari Priyanto. Remisi tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak.


Editor: Antonius Eko 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Upaya Muslimah Bercadar Kikis Stigma (Bag 1)

Kabar Baru Jam 8

Menyoal Jaminan Kebebasan Warga, Apapun Agamanya

Kabar Baru Jam 10