Militer Pakistan Klaim Eksekusi Dua Militan

Sumber-sumber militer di Pakistan menyebut telah mengeksekusi dua militan pemberontak di dalam penjara. Ini dilakukan untuk merespon tragedi pembunuhan 149 orang, yang kebanyakan adalah anak sekolah, di Peshawar hari Selasa lalu.

NASIONAL

Sabtu, 20 Des 2014 11:09 WIB

Author

Nurviana Mubtadi

Militer Pakistan Klaim Eksekusi Dua Militan

hukum, eksekusi, militan, penjara

KBR- Sumber-sumber militer di Pakistan menyebut telah mengeksekusi dua militan pemberontak di dalam penjara. Ini dilakukan untuk merespon tragedi pembunuhan 149 orang, yang kebanyakan adalah anak sekolah, di Peshawar hari Selasa lalu.

Para pejabat mengatakan Ageel, yang juga dikenal sebagai Dr. Usman, dan Arshad Mahmood digantung di penjara Faisalbad. Kedua laki-laki itu dinyatakan terbukti bersalah di pengadilan militer karena merencanakan serangan terhadap markas-markas militer, upaya pembunuhan terhadap mantan Presiden Pervez Musharraf, dan serangan mematikan terhadap tim kriket Sri Lanka yang sedang berkunjung.

Eksekusi itu dilakukan sehari setelah Perdana Menteri Nawaz Sharif membatalkan moratorium  mengenai hukuman mati dalam menanggapi serangan terhadap sekolah itu. Militan Taliban mengatakan serangan itu merupakan balas dendam atas ofensif pemerintah terhadap mereka. Pemimpin militer Jenderal Raheel Sharif telah menandatangani surat perintah eksekusi atas empat militan lagi, kata para pejabat, dan eksekusi tersebut diperkirakan akan segera dilakukan.

Amnesty International dan Human Rights Watch telah mengecam keputusan Sharif untuk menetapkan eksekusi. Amnesty menyebutnya “Reaksi spontan yang tidak mengatasi akar masalahnya.”

Sementara Pakistan memulai duka cita tiga hari bagi para korban serangan di sekolah itu, pasukan menyerang dan menewaskan sedikitnya 50 militan di Khyber dekat perbatasan Afghanistan. Delapan orang lainnya tewas di sebelah barat daya provinsi Baluchistan, termasuk seorang komandan senior Taliban. (VoA)


Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pansel Capim KPK Diminta Tak Loloskan Kandidat Bermasalah