Komnas HAM Bahas Rekomendasi Pencabutan Bebas Bersyarat Pollycarpus

Anggota Komnas HAM Nurcholis mengatakan, pihaknya bisa saja mengeluarkan rekomendasi pencabutan pembebasan bersyarat kepada Pollycarpus Budihari Prinyanto. Kata Nurcholis, sebelum memberikan rekomendasi, Komnas akan mempelajari keputusan ini dalam beberap

NASIONAL

Rabu, 03 Des 2014 08:34 WIB

Author

Antonius Eko

Komnas HAM Bahas Rekomendasi Pencabutan Bebas Bersyarat Pollycarpus

munir, ham, pollycarpus

Anggota Komnas HAM Nurcholis mengatakan, pihaknya bisa saja mengeluarkan rekomendasi pencabutan pembebasan bersyarat kepada Pollycarpus Budihari Prinyanto. Kata Nurcholis, sebelum memberikan rekomendasi, Komnas akan mempelajari keputusan ini dalam beberapa hari mendatang. 


“Sedari awal memang kita ingin kasus ini terungkap sejelas-jelasnya. Sejujur-jujurnya.  Kalau ada upaya atau policy yang harus kita ambil ke arah sana (rekomendasi, red) pasti akan kita ambil,” kata Nurcholis. 


Dia menambahkan, pembebasan bersyarat Pollycarpus ini sangat mencederai keadilan masyarakat. Pasalnya. dalam kasus ini yang terbunuh adalah pejuang HAM. Katanya, kasus ini diduga tidak dilakukan oleh satu orang, tapi banyak orang. Komnas berharap kasus ini dilanjutkan, bukan hanya terhadap Pollycapus, juga pihak lain yang terlibat. 


Sebelumnya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly baru akan mengkaji pembatalan pembebasan Pollycarpus jika ada rekomendasi dari instansi terkait dalam kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir. Semisal dari Kepolisian atau Kejaksaan Agung. 


Rekomendasi ini soal apakah kejahatan yang dilakukan Pollycarpus masuk dalam kategori kejahatan luar biasa atau tidak. 


Selama ini, Yasonna menilai kejahatan Polly tidak termasuk ordinary crime yang diatur PP No. 99 soal pengetatan pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti jelang bebas dan asimilasi  Itu sebab, Polly mempunyai hak untuk pembebasan bersyarat dan juga remisi.


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Ragam Bisnis Sustainable Fashion

Kabar Baru Jam 8

Akses Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas termasuk Orang dengan Kusta

Menyoal Kriteria Pemberian Vaksin Booster Covid-19