Jokowi soal Penenggelaman Kapal Asing Pencuri Ikan: Ini Bukan soal Gagah-gagahan

Dianggap sudah sebagai persoalan prinsip karena masuk ke wilayah kedaulatan Indonesia.

NASIONAL

Minggu, 07 Des 2014 10:48 WIB

Author

Citra Dyah Prastuti

Jokowi soal Penenggelaman Kapal Asing Pencuri Ikan: Ini Bukan soal Gagah-gagahan

penenggelaman kapal asing, vietnam, jokowi

TNI Angkatan Laut hari Jumat (5/12/2014) lalu menenggelamkan tiga buah kapal berbendera Vietnam di Perairan Anambas, Kepulauan Riau. Ketiga kapal tersebut ditangkap setelah memasuki wilayah perairan Indonesia secara ilegal. Ketiga kapal sudah terlebih dahulu ditangkap dan menjalani proses hukum hingga akhirnya disita menjadi milik negara. Kapal ditenggelamkan untuk memberikan efek jera terhadap aksi pencurian ikan yang marak terjadi di perairan Indonesia. 


Langkah ini menuai pro kontra – ada yang setuju ada juga yang tidak setuju. Presiden Joko Widodo lantas menjelaskan latar belakang kenapa keputusan ini diambil dalam halaman Facebook pribadinya. Jokowi menegaskan,”Ini bukan soal gagah-gagahan atau display politik, tapi ini sudah masuk soal prinsip dalam wilayah kedaulatan Republik.”


Berikut penjelasan lengkap Jokowi seperti dikutip dari halaman Facebooknya. 


Penenggelaman kapal ikan asing yang mencuri ikan di wilayah RI bukan soal gagah-gagahan atau semacam display politik, tapi ini sudah masuk soal prinsip dalam wilayah kedaulatan Republik.


Kita akan ukur secara objektif apakah setelah penenggelaman kapal asing ini hasil tangkapan nelayan kita meningkat? ekspor kita meningkat? kesejahteraan nelayan meningkat?


Setelah langkah penenggelaman ini akan diadakan patroli Angkatan Laut secara intensif untuk menjamin wilayah laut Indonesia bersih dari illegal fishing, dan nelayan-nelayan dari bangsa sendiri bisa berdikari secara ekonomi. Ikan-ikan kita masuk ke dalam pasaran internasional dimana yang menjual dengan harga pasaran internasional adalah nelayan Indonesia.


Kita harus targetkan sesuai dengan data BPK yaitu hasil tangkapan ikan harus Rp. 300 trilyun/tahun, jangan seperti kemarin dengan subsidi ke nelayan Rp.11 trilyun tapi hasilnya hanya Rp.300 milyar/tahun.


Bila dana Rp. 300 trilyun/tahun masuk ke kas negara, banyak dana yang bisa dibangun untuk agenda perbaikan kampung-kampung nelayan, membangun infrastruktur seperti galangan kapal, pasar ikan khusus, dan mengembangkan jaringan pemasaran dunia untuk ikan-ikan hasil tangkapan nelayan kita.


Kita harus berpikir jauh ke depan, berpikir untuk memperbaiki kehidupan bangsa, jangan hanya terjebak zona nyaman lalu kita takut memperbaiki keadaan.


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Kebijakan Pemerintah Tangani Konflik Papua

Para Pencari Harta Karun

Kabar Baru Jam 8

KPK Berada di Titik Nadir?