Jerman Minta Indonesia Jaga Kapal Selam NAZI yang Karam di Laut Jawa

KBR, Jakarta - Pemerintah Jerman meminta Indonesia menjaga warisan kapal selam Nazi yang karam di Perairan Karimun Jawa. Kapal perang milik Jerman yang masuk ke Indonesia pada masa Perang Dunia II ini kini kondisinya tak lagi utuh.

NASIONAL

Kamis, 11 Des 2014 14:32 WIB

Author

Aisyah Khairunnisa

Jerman Minta Indonesia Jaga Kapal Selam NAZI yang Karam di Laut Jawa

Jerman, kapal selam, nazi

KBR, Jakarta - Pemerintah Jerman meminta Indonesia menjaga warisan kapal selam Nazi yang karam di Perairan Karimun Jawa. Kapal perang milik Jerman yang masuk ke Indonesia pada masa Perang Dunia II ini kini kondisinya tak lagi utuh.

Juru Bicara Satuan Pasukan Katak Armatim (Armada Timur) TNI AL, Yudo Ponco mengatakan saat timnya menyelam tahun lalu sejumlah bagian dari kapal sudah hilang. Dugaannya, peluncur torpedo kapal yang terbuat dari kuningan sudah lebih dulu diambil penyelam lain karena harganya mahal.

"Dari apa yang bisa kami lakukan sebagai sumbangsih data untuk kami laporkan ke negara sehingga nanti ditindaklanjuti sheingga apa yang kami temukan bisa lebih dikembangkan atau memang benar-benar dijaga. Sehingga kalau misalnya yang lalu masih ada lubang torpedonya, sekarang sudah gak ada. Mungkin besoknya apa lagi nggak ada, lama-lama habis," kata Yudo Ponco di Jakarta, Kamis (11/12).

Yudo menambahkan, kapal perang Jerman ini sudah karam sejak 70 tahun lalu (1944). Kapal Nazi ini ditembak kapal selam Belanda dengan enam torpedo.
Dari penyelaman di Laut Jawa itu, TNI AL hanya menemukan setengah badan kapal selam. Sedangkan separuhnya lagi belum diketahui keberadannya. Di dalam kapal ini, kata Yudo, banyak ditemukan simbol Nazi.

Dalam pertemuan untuk membahas kapal Nazi yang karam hari ini, Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Georg Witschel meminta pemerintah untuk menjaganya selayaknya makam. Apalagi saat karam, sebanyak 23 awak kapal meninggal karena tembakan torpedo.

"Ini sejarah yang tragis. Tapi saya pikir walaupun ada yang selamat dari peristiwa itu, saya berharap kita menganggapya seperti makan," kata Georg.

Meski begitu Menko Kemaritiman, Indroyono Soesoli menilai kapal Nazi ini tidak diperuntukan untuk wisata. Namun menjadi warisan sejarah bangsa yang seharusnya dijaga.

"Diharapkan ini menjadi heritage dan harus diobservaasi. Dan beliau bilang ini adalah makan, nah kalau makan ya harus kita pelihara, kita observasi," kata Indro kepada KBR di tempat yang sama.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Perempuan sebagai Pembuat Perubahan, Dukungan dan Tantangan

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12