Jauhi Badai, 1.900 Kapal Nelayan Vietnam Masuk Indonesia

KBR, Jakarta - Pemerintah membolehkan 1900an kapal nelayan Vietnam memasuki wilayah laut Indonesia untuk menghindari terjangan topan Hagupit. Kapal-kapal yang memuat 13 ribu awak itu akan masuk kawasan Natuna selama dua pekan.

NASIONAL

Jumat, 19 Des 2014 20:11 WIB

Author

Rio Tuasikal

Jauhi Badai, 1.900 Kapal Nelayan Vietnam Masuk Indonesia

vietnam, indonesia, menteri susi

KBR, Jakarta - Pemerintah membolehkan 1900an kapal nelayan Vietnam memasuki wilayah laut Indonesia untuk menghindari terjangan topan Hagupit. Kapal-kapal yang memuat 13 ribu awak itu akan masuk kawasan Natuna selama dua pekan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku telah menerima surat dari Duta Besar Vietnam terkait izin memasuki kawasan Natuna. Menurut Susi, pemerintah menyambut baik sikap Vietnam yang mengakui kedaulatan laut Indonesia itu.

Susi akan mengizinkan 1.928 kapal nelayan Vietnam masuk laut Indonesia untuk menghindari badai. Kapal-kapal yang memuat 13.399 awak itu akan masuk kawasan Natuna untuk menghindari badai Hagupit yang melewati FIlipina.

Susi mengatakan pihaknya telah menerima surat Kedutaan Besar Vietnam yang meminta izin tersebut. Pihaknya menyambut baik sikap pemerintah Vietnam yang mengakui kedaulatan laut Indonesia itu.

"Berarti di sini sudah ada keinginan baik untuk membuka diri. Penghargaan juga kepada Kedutaan Besar VIetnam atas good will-nya atas niat baiknya," jelas Susi.

Sudi menegaskan nelayan-nelayan Vietnam harus segera pergi dari laut Indonesia setelah badai usai. Susi mengancam akan menangkap dan menenggelamkan kapal mereka jika melebihi kesepakatan. "Kalau sudah nggak ada badai bilang ada badai kan bohong," jelas dia.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Cerdik Kelola THR

Kabar Baru Jam 8

Soal Kerumunan, Kegiatan Ibadah dan Ancaman Virus Covid-19 Varian Baru

Jihad itu Sebenarnya Apa Sih?