covid-19

Federasi Serikat Guru Minta Kurikulum 2013 Dihentikan Total

Jangan putuskan setengah hati, lakukan evaluasi.

NASIONAL

Minggu, 07 Des 2014 20:17 WIB

Federasi Serikat Guru Minta Kurikulum 2013 Dihentikan Total

Kurikulum 2013, pendidikan, anies baswedan

KBR, Jakarta- Federasi Serikat Guru Indonesia meminta Menteri Pendidikan Anies Baswedan menghentikan total kurikulum 2013 selama satu tahun serta mengevaluasi konsep K13 yang dinilai bermasalah.


 Menurut Dewan Pertimbangan FSGI Doni Koesoema, sikap Menteri Pendidikan yang memutuskan setengah perjalanan kurikulum 2013 hanya untuk menyelamatkan tender buku pelajaran. Dia menyarankan agar Kementerian Pendidikan segera berkoordinasi dengan berbagai daerah dalam pengadaan buku k13 di semester dua.


"Untuk 6000 sekolah itu enggak mungkin melakukan revisi sambil jalan mengeksekusi,” kata Doni Koesoema ketika dihubungi KBR, Minggu (7/12/2014). 


“Jadi bisa jadi dalam pertemuan itu ganti lagi Kepala Dinasnya, enggak bisa gitu loh. Jadi, memang harus ditotal berhenti. Karena menurut saya, melanjutkan yang 6000 itu hanya untuk melanjutkan tender-tender buku.”


Ia menyarankan pemberesan di bidang konsep tata tertib kompetensi inti, dasar, indikator serta pemetaan masalah. 


“Nah, setelah satu tahun ini bekerja membereskan semuanya lalu membuat detail silabus. Silabus ini harus mervisi kekurangannya."


Dewan Pertimbangan FSGI Doni Koesoema menambahkan, 6000-an sekolah di seluruh Indonesia menjadi korban penerapan kurikulum 2013 bila pemerintah tetap menerapkannya. 


Menteri Pendidikan Baswedan telah memutuskan untuk menghentikan Kurikulum 2013, tapi penghentian hanya dilakukan bagi sekolah yang baru satu semester menerapkannya. Sedangkan sekolah yang telah menerapkan K13 sejak awal tetap melanjutkan agar menjadi pengembangan kelanjutan K13 nanti.


Keputusan itu, menurut pengamat pendidikan Darmaningtyas, dinilai kurang berani. Menurut dia, sikap ini tidak berani tegas karena lebih menghargai seniornya lebih dahulu yakni Muhammad Nuh, bekas Mendikbud di era pemerintahan SBY. Kata dia, sebaiknya Mendikbud mengikuti unit kerja tim transisi yakni mengevaluasi kembali konsep K13 sambil menunda pelaksanaan secara serempak diseluruh sekolah.


"Rekomendasi yang dibuat oleh unit kerja tim transisi sebetulnya itu mengimplementasikan secara penuh mulai tahun ajaran 2017-2018. Jadi, selama dua tahun itu dimoratorium dengan perbaikan setelah itu baru. Nah, kalau pemerintah mengambil sikap begini itu karena Menteri Anies saja yang tidak berani mengambil keputusan."


Pengamat Pendidikan Darmaningtyas menambahkan, jika Kementerian Pendidikan tetap ingin menerapkan K13, sebaiknya segera berkoordinasi dengan para konseptor K13 untuk memperbaiki materi pembelajaran tersebut selama melakukan penundaan ini.


Editor: Citra Dyah Prastuti 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Toilet Sehat untuk Semua, Sudahkah Terpenuhi?