covid-19

Di Bojonegoro: Jika Hujan, Banjir & Jika Panas, Kemarau

KBR, Jakarta - Mengapa Banjir dan Kemarau sangat akrab di Bojonegoro? Jika hujan, Bojonegoro akan dilanda banjir. Sebaliknya jika kemarau, Kabupaten tang berbatasan dengan Madiun, Nganjuk dan Ngawi itu kekeringan.

NASIONAL

Kamis, 11 Des 2014 13:02 WIB

Di Bojonegoro: Jika Hujan, Banjir & Jika Panas, Kemarau

Bojonegoro, bencana

KBR, Jakarta - Mengapa Banjir dan Kemarau sangat akrab di Bojonegoro? Jika hujan, Bojonegoro akan dilanda banjir. Sebaliknya jika kemarau, Kabupaten tang berbatasan dengan Madiun, Nganjuk dan Ngawi itu kekeringan.

Topografi Kabupaten Bojonegoro menunjukkan bahwa di sepanjang daerah aliran sungai Bengawan Solo merupakan daerah dataran rendah. Sedangkan di bagian Selatan merupakan dataran tinggi disepanjang kawasan Gunung Pandan, Kramat dan Gajah.

Bengawan Solo mengalir dari selatan, menjadi batas alam dari Provinsi Jawa Tengah. Kemudian mengalir ke arah timur, di sepanjang wilayah utara Kabupaten Bojonegoro. Bagian utara merupakan Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo yang cukup subur dengan pertanian yang ekstensif.

Sebanyak 40,15 persen wilayah Bojonegoro masih merupakan hutan Negara yang sebagian besar berada di wilayah Selatan Bojonegoro. Sementara 35,58 persen berikutnya berupa lahan sawah. Sebanyak 19,42 persen merupakan tanah kering. Sampai saat ini Bojonegoro tidak terlepas dari berbagai permasalahan bencana banjir dan kemarau.

Banjir dan kemarau akrab karena jenis tanah di Kabupaten Bojonegoro di dominasi oleh jenis tanah Alluvial. Kedua jenis tanah ini berupa tanah liat yang memiliki sifat sulit untuk meresapkan air. Sehingga apabila musim penghujan air hujan langsung mengalir ke Sungai Bengawan Solo dan hanya sedikit yang tertampung.

Hal ini mengakibatkan banjir saat musim penghujan terutama daerah-daerah yang berada di sepanjang Sungai Bengawan Solo. Kondisi seperti ini juga mengakibatkan air permukaan menjadi habis atau kering. Selain itu cadangan air dalam tanah sangat minim pada musim kemarau, sehingga menyebabkan bencana kekeringan pada saat musim kemarau.

Dengan permasalahan itu, pemerintah setempat menggalakan penanaman 1 miliar pohon dan pembangunan 1.000 embung. Dengan dijalankan program itu, potensi air yang berada di Kabupaten Bojonegoro cukup besar, Waduk Pacal, Waduk Nglambangan, Bojonegoro Barrage, Sumber Air, Sungai dan Curah Hujan. Curah hujan yang tinggi sebagian belum tertampung secara maksimal.

Program paving stone juga dijalankan. Ini merupakan salah satu prasarana transportasi yang memegang peranan penting dalam pendistribusian barang dan jasa yang berperan sebagai salah satu pilar utama pendorong pertumbuhan dan pengembangan bidang ekonomi, perdagangan, sosial, pendidikan dan
budaya. Tujuan program paving kaitannya dengan tata kelola lingkungan adalah untuk menanggulangi bencana banjir dan meningkatkan kuantitas air resapan dalam tanah.

Bojonegoro juga melakukan normalisasi kali. Program ini difokuskan pada Normalisasi kali sehingga fungsinya akan lebih optimal. Tujuannya mengembalikan fungsi kali sehingga aliran air dapat berjalan normal terutama pada kondisi debit air tinggi, melindungi kawasan pemukiman,
melindungi tanaman pertanian.

Terakhir, Bojonegoro juga mengembangkan jaringan irigasi, Rawa, dan jaringan pengairan Lainnya. Program ini untuk mengurangi faktor kehilangan air pada jaringan atau ruas saluran air. Baik karena kebocoran maupun rembesan air ke tanah sehingga air dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin pada areal persawahan yang ada.


Kabupaten Bojonegoro adalah finalis Indonesian Green Region Award (IGRA) 2014. Di IGRA tahun ke-5 ini, penjurian akan dilakukan pada 15 Desember dan pengumuman dilakukan pada 22 Desember 2014. Penghargaan akan diberikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

IGRA merupakan ajang penghargaan pertama yang diberikan perusahaan media untuk mendorong pemerintah daerah membuat kebijakan yang lebih pro lingkungan hidup dan hutan, hasil kerjasama Kantor Berita Radio (KBR) dengan Majalah SWA.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Mampukah Polisi Respons Cepat Kasus yang Libatkan Anggotanya?