Anggota Komnas HAM: Tidak Ada Namanya Perdamaian, Orang Mati Kok Damai!

KBR, Jakarta - Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menyatakan kecewa dengan pernyataan Menteri Koordinantor bidang Hukum Politik dan Keamanan Tedjo Edhi Purdijatno. Tedjo mengatakan jika kasus pembunuhan pelajar di Paniai, Papua akan

NASIONAL

Kamis, 11 Des 2014 08:12 WIB

Author

Sasmito

Anggota Komnas HAM: Tidak Ada Namanya Perdamaian, Orang Mati Kok Damai!

Allan Nairn, munir, HAM, jokowi

KBR, Jakarta - Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menyatakan kecewa dengan pernyataan Menteri Koordinantor bidang Hukum Politik dan Keamanan  Tedjo Edhi Purdijatno. Tedjo mengatakan jika kasus pembunuhan pelajar di Paniai, Papua akan diselesaikan secara adat.

Menurut dia, penyelesaiaan kasus pembunuhan dengan adat itu berarti dengan damai. Sementara dia menduga kuat pelaku yang membunuh warga sipil Papua itu adalah TNI dan Polri.

"Tidak ada namanya perdamaian orang mati kok damai, orang dibunuh kok damai. Jadi tidak ada perdamaian, kalau perdamaian ada utang piutang atau apa ini kan mati sudah dibunuh, ditembak 19 orang. Dihukum prosesnya tidak ada ceritanya untuk perdamaian," jelas Pigai saat dihubungi KBR, Kamis (11/12).

Dia juga menjelaskan penyelesaian dengan membayar sejumlah uang dengan adat pun tidak dibenarkan. Katanya, kasus yang menghilangkan nyawa orang oleh unsur negara tidak bida ditoleransi.

"Sangat tidak mungkin karena kalau Komnas HAM silahkan mereka bayar membayar sejumlah uang tapi Komnas HAM akan lakukan penyelidikan independen. Meskipun bukan saya ada komisioner Komnas HAM yang lain yang dipilih Komnas HAM secara resmi. Jadi mungkin ada sejumlah komisioner yang akan turun dan lakukan penyelidikan serius. Ini kejahatan kemanusiaan tidak bisa ditoleransi. Ini bukan perang suku atau perang adat, ini penyalahgunaan alat senjata negara. Kami komisioner jadi di Komnas HAM sudah tunjuk tim," papar dia.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Menguasai Manajemen Amarah

Kabar Baru Jam 7

Wacana Jokowi Presiden 3 Periode

Kabar Baru Jam 8