Bagikan:

Setelah Tertunda, Pertemuan WTO Ditutup

KBR68H, Nusa Dua Bali-Pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) akhirnya secara resmi ditutup, setelah sebelumnya sempat tertunda hampir 24 jam.

NASIONAL

Sabtu, 07 Des 2013 17:02 WIB

Setelah Tertunda, Pertemuan WTO Ditutup

wto, di tutup, gita wirjayawan

KBR68H, Nusa Dua Bali-Pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) akhirnya secara resmi ditutup, setelah sebelumnya sempat tertunda hampir 24 jam. Penutupan dilakukan setelah seluruh negara anggota menyetujuai Paket Bali sebagai hasil dari pertemuan tingkat menteri ke-9 tersebut. (Baca: Keluar Dari WTO, Perekonomian Indonesia Bisa Maju)

Ketua Konferensi WTO Gita Wirjawan menyampaikan Paket Bali tercapai setelah India dan Amerika menemukan kesepakatan terkait jangka waktu pemberlakuan subsidi pertanian. Selain itu tuntutan negara berkembang seperti Kuba, Nicaragua, Venesuela dan Bolivia tentang paket pertanian pada akhirnya disetujuai oleh negara maju.

“pertama itu terkait paket pertanian, dimana mereka menginginkan adanya solusi permanen , di ujungnya solusi interen untuk kepentingan memberikan subsidi kepada produk-produk pertanian mereka tanpa batasan dan perkecualian itu sudah disepakati dan diberikan oleh negara-negara maju” kata Gita Wirjawan (07/12)

Gita Wirjawan menyebutkan negara maju juga menyetujuai permintaan negara-negara Amerika Latin yang meminta dihentikannya praktik diskriminatif untuk kepentingan produk ekspor negara miskin dan berkembang. Gita menambahkan kesepakatan Bali merupakan langkah maju setelah sebelumnya hampir 12 tahun pertemuan WTO digelar tanpa suatu kesepakatan.(muliarta)

Sementara itu, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai Indonesia hanya menjadi kaki tangan negara-negara maju dalam perundingan organisasi perdagangan dunia (WTO) di Bali. Ketua Dewan Pembina Dewan KNTI Riza Damanik mengatakan, hal itu terlihat dari sikap delegasi Indonesia yang hanya menjadi fasilitator perundingan WTO. Padahal, Indonesia bisa terlibat aktif dalam diskusi dalam upaya memperjuangan kepentingan ekonomi rakyat.

"Saya mendengar sebelum Kuba tadi malam bereaksi itu misalnya, kami mendengar bahwa delegasi Indonesia menemui Kuba untuk menawarkan beberapa kerjasama, dan pada akhirnya ternyata adalah upaya untuk mengajak Kuba bergabung dalam koalisi, ya. Saya lihat posisi yang cukup blunder dalam konteks itu. Kalau kita baca dalam skenario yang ada maka tentu yang sedang dimainkan Indonesia adalah lebih kepada menyuarakan kepentingan negara-negara maju, begitu, khususnya Amerika utamanya, dan Eropa," jelas Riza Damanik kepada KBR68H, Sabtu (07/12).

Pertemuan Konferensi Tingkat Menteri ke-9 Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) digelar di Bali pada 3-6 Desember 2013. Salah satu desakan= dari negara-negara berkembang adalah paket subsidi pertanian 10% dar negara-negara maju.

Editor: Nanda Hidayat

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Pengungsi dan Persoalan Regulasi di Indonesia