Polisi Buat 19 Ribu Pos Pengamanan Natal dan Tahun Baru

KBR68H, Jakarta- Kepolisian Indonesia mendirikan lebih dari 19 ribu pos pengamanan Natal dan tahun baru. Kepala Kepolisian Indonesia Sutarman mengatakan, saat ini polisi dalam keadaan siap siaga untuk menjaga keamanan Natal dan tahun baru.

NASIONAL

Selasa, 24 Des 2013 15:43 WIB

Author

Abu Pane

Polisi Buat 19 Ribu Pos Pengamanan Natal dan Tahun Baru

pos, pengamanan, natal, tahun baru

KBR68H, Jakarta- Kepolisian Indonesia mendirikan lebih dari 19 ribu pos pengamanan Natal dan tahun baru. Kepala Kepolisian Indonesia Sutarman mengatakan, saat ini polisi dalam keadaan siap siaga untuk menjaga keamanan Natal dan tahun baru. Semua tempat keramaian seperti Gereja dan tempat hiburan kini dalam pantauan polisi.

"Jakarta dan seluruh Indonesia secara serentak pengamanan mulai tanggal 23 Desember. Kemarin sudah kita inside di tempat-tempat yang digunakan masyarakat, di terminal, pelabuhan, bandara. Di tempat lain juga termasuk di tempat ibadah dan tempat rekreasi. Itu sudah kita amankan, personil yang kita turunkan lebih dari 192 ribu lebih," ujar Sutarman di Jakarta, Selasa (24/12).

Kepala Kepolisian Sutarman menambahkan, pergerakan teroris yang bakal menganggu keamanan Natal dan Tahun Baru juga terus dipantau. Polisi bahkan sudah menangkap sejumlah tersangka teroris pekan lalu. Mereka yang ditangkap di antaranya Ridwansyah alias Abi tersangka peledakan Vihara Ekayana dan Prio Utomo tersangka perencana peledakan Kedutaan Burma di Indonesia.
 
Sebelumnya Presiden SBY mendapatkan laporan dari Kapolri Sutarman, soal gangguan keamanan jelang natal dan perayaan tahun baru 2014. Presiden mengatakan, ada kelompok yang merancang gangguan keamanan dan ketertiban dengan mengatasnamakan kepentingan Pemilu 2014.

Kepala Kepolisian Indonesia Sutarman mengatakan saat ini polisi tengah mengawasi pergerakan teroris di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Jakarta. Sejumlah teroris di daerah itu kini sedang merakit bom.

Editor: Doddy Rosadi


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Pandemi dan Dampak Pada Kesehatan Mental Siswa

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Menanti Perhatian pada Kesehatan Mental Pelajar

Kabar Baru Jam 10