Pengacara: Tak Ada Kepentingan Politik Dari Pengajuan Banding Patrialis

KBR68H, Jakarta - Upaya banding Hakim Konstitusi Patrialis Akbar terhadap putusan Pengadilan Tata Usaha Negara PTUN diyakini tidak ada kepentingan politik.

NASIONAL

Minggu, 29 Des 2013 14:34 WIB

Author

Novaeny Wulandari

Pengacara: Tak Ada Kepentingan Politik Dari Pengajuan Banding Patrialis

Patrialis Akbar, Hakim MK, Pengajuan Banding

KBR68H, Jakarta - Upaya banding Hakim Konstitusi Patrialis Akbar terhadap putusan Pengadilan Tata Usaha Negara PTUN diyakini tidak ada kepentingan politik. Upaya banding dilakukan pasca PTUN menggagalkan Patrialis sebagai hakim MK yang ditunjuk pemerintah. Pengacara Patrialis Akbar, Ainu Syamsu mengklaim tidak ada kepentingan tertentu dan menganggap pengangkatan Patrialis Akbar sudah sesuai dengan hukum.

"Siapapun boleh melakukan itu. Pak Patrialis kebetulan merupakan sebagian dari warga negara yang diberikan hak oleh Undang-Undang untuk mengajukan banding. Sama ketika kita punya hak untuk berserikat, hak untuk menyatakan pendapat, hak untuk menyatakan banding. Artinya itu juga melalui Undang-Undang, sama sekali tidak ada koflict of interest, tidak ada maksud lain. Hanya ingin menggunakan hak tersebut. Kami berkeyakinan pengangkatan Pak Patrialis sudah sesuai dengan prosedur, sudah sesuai dengan hukum," ujar Ainu saat dihubungi KBR68H.

Pengacara Patrialis Akbar, Ainu Syamsu menambahkan, dirinya masih melengkapi berkas-berkas banding tersebut.

Sebelumnya, Koalisi Masyarakat Sipil Selamatkan Mahkamah Konstitusi mempertanyakan tujuan Patrialis Akbar mengajukan banding terhadap PTUN. Pasalnya yang berhak mengajukan banding adalah tergugat, yaitu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mereka yakin ada maksud tertentu dari pengajuan banding tersebut.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Tetap Aman dan Sehat Beraktivitas Saat Pandemi

Catatan Vaksin Mandiri

Wapres Bicara Vaksinasi untuk Lansia