Meski Diprotes, Kemenkes Tetap Lakukan Kampanye Penggunaan Kondom

KBR68H, Jakarta - Kementerian Kesehatan tetap menyerukan pemakaian alat kontrasepsi kondom untuk menekan angka HIV AIDS di Indonesia.

NASIONAL

Senin, 02 Des 2013 10:03 WIB

Author

Nanda Hidayat

Meski Diprotes, Kemenkes Tetap Lakukan Kampanye Penggunaan Kondom

kondom, kampanye, hiv aids

KBR68H, Jakarta - Kementerian Kesehatan tetap menyerukan pemakaian alat kontrasepsi kondom untuk menekan angka HIV AIDS di Indonesia. Hingga akhir tahun 2013, pengidap HIV AIDS di Indonesia mencapai lebih dari 10 ribu orang. Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan Slamet mengatakan, masyarakat harus diberikan informasi tentang pencegahan virus HIV, seperti kondom.

"Saya pikir kewajibannya menyamapaikan alternatif-alternatif bagaimana melindungi, bagi kami yang terpenting adalah masyarakat berparan mengawasi. Kalau mereka mengetahu cara penularan HIV maka akan memilih yang paling aman menurut adat dan tata krama agama akan mereka pilih, kalau sudah ditawarkan maka masyarakat yang akan memilihnya," kata Slamet dalam Program Sarapan Pagi KBR68H.

Kementerian Kesehatan menggelar Pekan Kondom Nasional bertepatan dengan hari AIDS tanggal 1 Desember kemarin. Tujuannya mengurangi penularan kasus HIV/AIDS di Indonesia. Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Muhammad Sulton Fatoni, mengkritisi kegiatan Pekan Kondom Nasional. Umat Islam diimbau untuk tidak terlibat dalam kegiatan tersebut. Kata dia, kegiatan itu bertentangan dengan ajaran agama.
 
Sementara itu, Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Tengah dengan tegas menolak Pekan Kondom Nasional (PKN). Ketua bidang Komunikasi Umat PW PII Jateng Muhammad Ikhsanudin mengatakan, kebijakan tersebut secara tidak langsung dapat ditafsirkan sebagai kebijakan yang memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk melakukan seks bebas.

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Belgia Kewalahan Hadapi Gelombang Pandemi

Penerimaan Masyarakat terhadap Vaksin Covid-19 Masih Rendah

Ronde 6 - Petani Tembakau

Kabar Baru Jam 8