KPK: Pidato Presiden Tak Baik Bagi Upaya Pemberantasan Korupsi

KBR68H, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi KPK meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebut secara jelas kasus pemanggilan pejabat negara oleh KPK, yang dianggap telah mengganggu kinerja pemerintahan.

NASIONAL

Selasa, 10 Des 2013 13:40 WIB

Author

Fuad Bachtiar

KPK: Pidato Presiden Tak Baik Bagi Upaya Pemberantasan Korupsi

kpk, presiden, pemberantasan korupsi

KBR68H, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi KPK meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebut secara jelas kasus pemanggilan pejabat negara oleh KPK, yang dianggap telah mengganggu kinerja pemerintahan. Tanpa penjelasan itu, KPK menilai ucapan Presiden SBY tidak baik bagi upaya pemberantasan korupsi.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto khawatir pernyataan yang disampaikan Presiden bisa ditafsirkan oleh masyarakat secara berbeda-beda. Bambang menyoroti pernyataan Presiden SBY pada pidato peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, Senin kemarin.

“KPK itu ada karena ada spirit yang dikembangkan sebagai bagian dari tuntutan publik, yang menumbangkan rezim masa lalu yang menyalahgunakan kekuasaan dan kewenangan. Spiritualitas untuk menegakkan hukum secara konsisten, memberantas korupsi tanpa ampun, itu yang menjadi bagian dari spirit itu. Kalau dari from the top-nya sudah mengingkari prinsip-prinsip spiritualitas dari orde reformasi ini, kita harus mempertanyakan ulang, sebenarnya apa nilai-nilai spiritualitas orde ini,” kata Bambang kepada KBR68H.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan ada kemungkinan Presiden tidak sepenuhnya mengetahui apa yang disampaikan dan hanya sekadar membaca kerangka pidato yang dibuat oleh orang yang tidak konsisten dalam pemberantasan korupsi. Jika benar begitu, hal ini merugikan Presiden karena seolah-olah apa yang disampaikan adalah sikap presiden.

Dalam pidato Hari Anti Korupsi Sedunia, Presiden mengkritik cara-cara aparat penegak hukum memeriksa kasus korupsi dengan memanggil para pejabat negara. Menurut Presiden, cara seperti itu mengganggu kinerja pemerintahan.

Editor: Suryawijayanti

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun