Korban Penculikan Bantah Keterangan Prabowo

KBR68H, Jakarta - Bekas korban penculikan 1997-1998, Mugiyanto memastikan jumlah korban yang sempat disekap Komando Pasukan Khusus (Kopassus) saat itu lebih dari sembilan orang. Pernyataan ini sekaligus membantah keterangan bekas Komandan Kopassus, Prab

NASIONAL

Minggu, 01 Des 2013 20:42 WIB

Author

M Irham

Korban Penculikan Bantah Keterangan Prabowo

Penculikan, Prabowo Subianto, Kopassus, Mugiyanto, Cijantung

KBR68H, Jakarta - Bekas korban penculikan 1997-1998, Mugiyanto memastikan jumlah korban yang sempat disekap Komando Pasukan Khusus (Kopassus) saat itu lebih dari sembilan orang. 


Pernyataan ini sekaligus membantah keterangan bekas Komandan Kopassus, Prabowo Subianto. Prabowo mengakui kasus penculikan 15 tahun silam hanya berjumlah sembilan orang dan mengembalikan seluruhnya dengan selamat.


Namun Mugiyanto mengatakan, ketika disekap di Markas Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur, ia menemukan lebih dari sembilan orang yang ditahan saat itu.

"Beberapa yang dari sembilan orang itu disekap di sel bawah tanah. Ketika mereka di sel, mata mereka dibuka. Jadi mereka bisa melihat, mereka bisa saling berkomunikasi dengan orang di sel sebelahnya. Beberapa dari kami memang dilepaskan. Atapnya terbuka, ada kameranya. Mereka bisa melihat dan berkomunikasi. Misalnya, Faisol Reza bisa berkomunikasi dengan orang sebelah. Orang itu nyanyi lagu Widuri. Orang itu adalah Herman Hendrawan. Herman Hendrawan tak diketahui sekarang ada di mana. Pius Lustrilanang berkomunikasi dengan orang sebelah. Yani Afri, Ryan. Sekarang tidak ada. Jadi dia (Prabowo) harus mempertanggung jawabkan beberapa orang yang disekap," ungkap Mugiyanto saat memberi kesaksian di acara Memutus Lingkar Kekerasan di Perpustakaan Nasional, Jakarta.


Sebelumnya, bekas Komandan Kopassus Prabowo Subianto dalam sejumlah surat kabar mengakui telah menculik sejumlah aktivis 1997-1998.


Prabowo mengaku terpaksa mengikuti instruksi atasan, karena kondisi politik saat itu sedang kacau. Ia hanya mengakui menculik sembilan aktivis dan melepaskannya dengan selamat. Sementara, 13 aktivis lainnya masih hilang jejaknya.


Prabowo juga mengatakan ia tidak terlibat dalam peristiwa penculikan dan penghilangan paksa aktivis 1997-1998.


Editor: Agus Luqman


Baca juga

Prabowo Subianto, Kandidat Presiden Indonesia: “Tuduhan adalah Bagian dari Permainan Politik.”

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18