Kementerian LH: Perusahaan Perusak Lingkungan Menurun Drastis

KBR68H, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup mengklaim jumlah perusahaan berperingkat hitam atau perusahaan yang berpotensi melakukan pencemaran lingkungan tahun ini menurun drastis.

NASIONAL

Senin, 09 Des 2013 10:52 WIB

Author

Wiwik Ermawati

Kementerian LH: Perusahaan Perusak Lingkungan Menurun Drastis

Kementerian LH, Perusahaan, Perusak Lingkungan

KBR68H, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup mengklaim jumlah perusahaan berperingkat hitam atau perusahaan yang berpotensi melakukan pencemaran lingkungan tahun ini menurun drastis.

Deputi Pengendalian Pencemaran Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup Karliansyah mengatakan, hanya sekitar 20-an perusahaan saja yang berperingkat hitam. Kata dia angka ini menurun drastis dari tahun sebelumnya sekitar 70-an perusahaan. Namun dirinya enggan menyebutkan nama-nama perusahaan tersebut.

"Umumnya perusahaan besar pada taat semua, yang bermasalah ini yang hitam ini memang dari awal tidak punya dokumen lingkungan. Kemudian dari limbah B3 itu buang begitu saja, itu yang kita masukkan ke dalam kategori daftar hitam, tapi yang lain membaik," kata Karliansyah dalam Program Sarapan Pagi KBR68H.

Deputi Pengendalian Pencemaran Lingkungan Kementrian Lingkungan Hidup Karliansyah menambahkan, puluhan perusahaan yang masuk daftar hitam tersebut nantinya bakal diproses secara hukum oleh Kementerian LIngkungan Hidup.

Besok Kementrian Lingkungan Hidup bakal mengumumkan nama-nama perusahaan yang masuk dalam peringkat emas, hijau,biru,merah, dan hitam dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER). Tahun ini lebih dari seribu perusahaan yang mengikuti penilaian yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup tersebut.
 
Baca: Walhi: Perusahaan Tambang Australia Rusak Lingkungan Indonesia

Editor: Suryawijayanti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Foto Ikatan Besar Mahasiswa UI Tidak Akui Jokowi - Ma'ruf Hoaks

Jokowi Didesak Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM di Periode Kedua

Kanker Payudara dan Tubuh Perempuan

Kabar Baru Jam 15