Dipo Alam Tantang Triomacan2000 Buktikan Tuduhannya

Sekretaris Kabinet Dipo Alam membantah jika dirinya dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendapat setoran dari hasil korupsi Menteri BUMN Dahlan Iskan. Penyataan itu ia sampaikan menanggapi kicauan di salah satu akun twitter milik "Triomacan2000" beberap

NASIONAL

Senin, 30 Des 2013 11:24 WIB

Author

Wiwik Ermawati

Dipo Alam Tantang Triomacan2000 Buktikan Tuduhannya

Dipo Alam, Triomacan2000, dahlan iskan, korupsi

KBR68H,Jakarta - Sekretaris Kabinet Dipo Alam membantah jika dirinya dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendapat setoran dari hasil korupsi Menteri BUMN Dahlan Iskan. Penyataan itu ia sampaikan menanggapi kicauan di salah satu akun twitter milik "Triomacan2000" beberapa waktu lalu. Pihaknya meminta pemilik akun tersebut membuktikan tuduhan korupsi tersebut.


"Tentunya saya kira penegak hukum tidak memprosesnya karena selama ini laporannya di dunia maya. Saya tidak tahu secara hukum apakah laporan di dunia maya itu bisa diproses oleh penegak hukum. Tapi secara hukum saya memahami itu sulit, karena itu anonim. Nanti di BAP-nya, penyelidikan itu bagaimana? Jadi memang itu menjadi sulit untuk ditanggapi karena tidak tertulis dan anonim," kata Dipo di Gedung Sekretaris Kabinet.


Hari ini Sekretaris Kabinet Dipo Alam mengundang pemilik akun triomacan tersebut. Namun hanya tim kuasa hukumnya yang menemui Dipo Alam. Akun tersebut sebelumnya menyebut jika Menteri BUMN Dahlan Iskan terlibat dalam korupsi di PLN senilai Rp 37 triliun selama kurun 2009 – 2010. Kemudian dugaan korupsi di PLTU Embalut, Kalimantan Timur sebesar Rp 98 miliar dan juga dana bencana alam di Maumere, Nusa Tenggara Timur sebesar Rp 1,7 miliar.


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

KPK Serukan Penerapan Sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap