Antri RFID Panjang, Pertamina Tambah Personil di SPBU

KBR68H, Jakarta - Pertamina melalui kontraktornya PT Inti bakal menambah personil untuk mengurangi antrian pengendara mobil yang ingin memasang alat pengendali BBM pada kendaraan bermotor atau RFID.

NASIONAL

Minggu, 01 Des 2013 13:12 WIB

Author

Wiwik Ermawati

Antri RFID Panjang, Pertamina Tambah Personil di SPBU

RFID, BBM Bersubsidi, Kendaraan Bermotor, Pertamina

KBR68H, Jakarta - Pertamina melalui kontraktornya PT Inti bakal menambah personil untuk mengurangi antrian pengendara mobil yang ingin memasang alat pengendali BBM pada kendaraan bermotor atau RFID. Manager Sosialiasi Sistem Monitoring dan Pengendalian BBM (SMPBBM) PT Inti Andi Nugraha mengatakan, selain menambah personil, pihaknya juga akan menambah waktu operasional pendaftaran RFID tersebut. Meski begitu pihaknya belum menentukan jumlah pasti tambahan personil untuk mengurangi antrian pengendara itu.

"Saat ini kita memang sebenarnya satu tim kita ada 3 orang, jadi perposko ada 3 orang. Tetapi, memang dalam implementasinya ternyata ada kendala tekhnis, si personil harus membantu posko lain, makanya kita terus coba mana yang harus kita tambah dan bisa membantu posko lainnya, itu yang harus kita susun prioritasnya," Kata Andi saat dihubungi KBR68H.

Manager Sosialiasi Sistem Monitoring dan Pengendalian BBM (SMPBBM) PT Inti Andi Nugraha.

Sebelumnya, masyarakat di Jabodetabek panik dan mengantre untuk memasang RFID karena tenggat waktu pemasangan berakhir akhir bulan ini. Di beberapa SPBU kawasan Jakarta , antrian yang panjang sempat membuat lalu lintas lumpuh total. Sementara sekitar 54 ribuan kendaraan beroda 4 dan lebih telah terpasang alat pengendali BBM atau RFID. Pertamina mengandeng PT INTI untuk pemasangan Ring RFID pada sekitar 100 juta kendaraan bermotor di seluruh Indonesia. Pada tahap ujicoba saat ini pemasangan RFID baru untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Samoa Menetapkan Status Darurat Campak

Laporan Prakiraan Cuaca Sepekan Ke Depan Dari BMKG

Bakal Eksklusif, Masuk Pulau Komodo Mesti Pakai Membership?

Kabar Baru Jam 8