Bagikan:

Hatta Rajasa: Tak Ada Anggaran Khusus untuk Kurangi Dampak Perubahan Iklim

Pemerintah tidak mengalokasikan anggaran khusus di Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2013 untuk menguarangi dampak perubahan iklim. Menteri Koordinantor bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan upaya mengurangi dampak perubahan iklim telah dima

NASIONAL

Jumat, 21 Des 2012 09:31 WIB

Hatta Rajasa: Tak Ada Anggaran Khusus untuk Kurangi Dampak Perubahan Iklim

Dampak Perubahan Iklim

KBR68H, Jakarta - Pemerintah tidak mengalokasikan anggaran khusus di Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2013 untuk menguarangi dampak perubahan iklim. Menteri Koordinantor bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan upaya mengurangi dampak perubahan iklim telah dimasukkan dalam setiap proyek di kementerian. Sehingga kata dia, semua proyek kementerian di 2013 harus bertolak kepada rencana kerja ramah lingkungan dan ekonomi hijau.

“Rencana itu kan ada di satu program, yang program itu isinya anggaran semua. Menteri kehutanan misalnya, ada satu miliar pohonnya, sudah ada anggran untuk hutan tanaman rakyat, sudah ada program pembibitan rakyat. Jadi menurut saya sudah melekat di dalamnya. Yang kedua mengajarkan rakyat life style. Pola hidup yang tidak melakukan pemborosan dan menjaga lingkungan," ujar Hatta Rajasa,

Menteri Koordinantor bidang Perekonomian Hatta Rajasa juga mengajak aparatur negara mulai berinvestasi untuk masa depan lingkungan. Investasi itu tidak hanya dilakukan dengan cara menganggarkan anggaran tertentu untuk lingkungan. Namun kementerian perlu memikirkan kebijakan yang mendukung ekonomi hijau. Sehingga kebijakan itu tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi tanpa mematikan dunia industri.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Komunitas Biboki Lestarikan Tenun Ikat Tradisional

Living Law, Apa Dampaknya Jika Masuk dalam RKUHP?

Kabar Baru Jam 10

Most Popular / Trending