Bagikan:

Tragedi Kanjuruhan, Menkopolhukam Terima Laporan Komnas HAM

Mahfud mengatakan, dirinya sudah berdiskusi tentang isi dan fakta-fakta yang dilaporkan oleh tim penyelidikan Komnas HAM.

NASIONAL

Kamis, 03 Nov 2022 13:48 WIB

kanjuruhan

Menkopolhukam Mahfud MD saat menerima laporan hasil akhir dari Komnas HAM terkait Tragedi Kanjuruhan. (Foto: Tangkapan layar Youtube Kemenkopolhukam RI)

KBR, Jakarta - Menkopolhukam Mahfud MD hari ini menerima laporan hasil akhir Komnas HAM terkait penyelidikan Tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur. Mahfud mengatakan, dirinya sudah berdiskusi tentang isi dan fakta-fakta yang dilaporkan oleh tim penyelidikan Komnas HAM.

Mahfud menegaskan, laporan itu akan ditampung dan menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka mengambil langkah-langkah lanjutan.

"Kalau jangka pendek itu penegakan hukum dan tindakan administratif, jangka menengahnya pernyataan organisasi, jangka panjangnya perlengkapan infrastruktur yang halus maupun yang keras. Tata aturan pengeorganisasian yang lebih bagus ditambah dengan sarana dan prasarana fisik yang jelas," ujar Mahfud dalam konferensi pers di Kantornya, Kamis (3/11/2022).

Laporan hasil akhir Komnas HAM diserahkan ke Menkopolhukam Mahfud MD, beberapa pekan usai Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan menyerahkan laporan mereka kepada Presiden Joko Widodo, 14 Oktober lalu.

Baca juga:

- Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM Miliki Video Kunci

- Korban Tragedi Kanjuruhan Seratusan Orang, YLBHI: Aparat Langgar 5 Aturan

Sebelumnya, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, sedikitnya ada tujuh pelanggaran HAM yang terjadi dalam insiden yang mengakibatkan 135 orang tewas itu.

Editor: Fadli Gaper

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending