Bagikan:

Survei, Kepercayaan Publik ke Polri Mulai Naik

"Dibanding dengan lembaga lain, masih terhitung di bawah. Tapi paling tidak ada tanda-tanda recovery dari 54 ke 60 persen,"

NASIONAL

Senin, 28 Nov 2022 11:29 WIB

survei kepercayaan publik

Sejumlah pejabat Polri berbaris di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10/2022). (Antara/Sigid Kurniawan)

KBR, Jakarta- Survei Indikator Politik Indonesia menyebut kepercayaan publik ke lembaga Kepolisian perlahan mulai pulih. Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi mengatakan, kepercayaan publik ke Polri mulai naik ke angka 60 persen.

Kata dia, angka itu perlahan naik usai anjlok karena kasus Ferdy Sambo.

"Anjloknya tidak main-main. Dari 76 persen ke 54 persen di bulan Agustus. Itu titik nadir saat itu ya. Tetapi kita juga harus mengapresiasi, kepolisian Pak Kapolri, langkah-langkahnya belakangan ini itu mulai menampakkan hasil. Meskipun dibanding dengan lembaga lain, masih terhitung di bawah. Tapi paling tidak ada tanda-tanda recovery dari 54 ke 60 persen," kata Burhanuddin dalam konferensi pers, Minggu (27/11/2022).


Baca juga:

Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi menambahkan, kepercayaan publik kepada Polri paling rendah dibanding lembaga penegak hukum yang lain. 

Kata dia, di posisi teratas ada Kejaksaan Agung, disusul Pengadilan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sementara itu secara umum, lembaga negara yang mendapat kepercayaan publik paling tinggi yaitu TNI.

Survei Indikator Indonesia menggunakan penarikan sampel  metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 1.220 orang. 

Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error)  sekitar ±2.9% pada tingkat kepercayaan 95%.


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending