Bagikan:

Sidang Pembunuhan Yosua, Penyidik Akui Ditekan oleh Sambo

Penyidik sebenarnya menemukan empat kejanggalan saat olah TKP di rumah dinas Sambo.

NASIONAL

Selasa, 29 Nov 2022 14:41 WIB

Sidang Pembunuhan Yosua, Penyidik Akui Ditekan oleh Sambo

Terdakwa pembunuhan Yosua, Ferdy Sambo (kiri) berjalan untuk mengikuti sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (22/11/2022). ANTARA/Akbar Nugroho

KBR, Jakarta - Ferdy Sambo disebut menekan penyidik saat olah tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan Yosua Hutabarat. Itu terungkap dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Yosua di Pengadilan Jakarta Selatan. Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi itu menghadirkan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Salah satu saksi, yakni Mantan Kanit 1 Krimum Satreskrim Polres Jakarta Selatan Rifaizal Samual, mengatakan penyidik sebenarnya menemukan empat kejanggalan saat olah TKP di rumah dinas Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Namun, penyidik tidak bisa menindaklanjuti kejanggalan itu lantaran ditekan oleh Sambo yang saat itu menjabat sebagai Kadiv Propam Polri.

"Pada saat itu memang pemikiran kami atau pemikiran liar kami Yang Mulia, kami penyidik atau bisa dikatakan insting kami penyidik demikian (janggal, red). Ditekan? (Tanya Hakim pada saksi) Betul Yang Mulia," ujar Rifaizal Selasa (29/11/2022).

Baca juga:

Rifaizal Samual mengatakan, kejanggalan itu antara lain raibnya ponsel milik Yosua, serta pistol dipegang Yosua berada di tangan kiri padahal almarhum tidak kidal.

Kemudian kejanggan yang lain kata dia, penyidik tidak menemukan ceceran darah, dan kondisi Eliezer tanpa luka.

Yosua ditembak hingga tewas di rumah dinas Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, 8 Juli lalu. Sambo dan Putri didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Yosua. Perbuatan itu dilakukan bersama dengan tiga terdakwa lain yaitu Richard Eliezer, dan Ricky Rizal, serta Kuwat Maruf.

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending