Bagikan:

RI Klaim Berhasil Kurangi Sampah Plastik di Laut

Menurut Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Nani Hendiarti, upaya pengurangan sampah plastik di laut akan terus dilakukan.

NASIONAL

Kamis, 03 Nov 2022 13:24 WIB

plastik

Pemulung memilah sampah di kawasan Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara. (Foto: ANTARA/Ekho Ardiyanto)

KBR, Jakarta - Pemerintah mengklaim berhasil mengurangi sampah plastik yang masuk ke laut hingga 28,5 persen dalam tiga tahun terakhir.

Menurut Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Nani Hendiarti, upaya pengurangan sampah plastik di laut akan terus dilakukan. Apalagi, isu ini juga akan dibahas di KTT G20.

"Diproyeksikan akan mencapai pengurangan hingga 38,5 persen pada akhir tahun 2022. Pemerintah menyadari bahwa upaya pengurangan sampah plastik tidak dapat dilakukan sendiri, oleh karena itu pemerintah mengapresiasi dunia usaha, asosiasi, akademisi, dan inovator yang turut serta mengurangi sampah plastik di laut," ujar Nani Hendiarti dalam Acara Road to G20:Beating Plastic Pollution from Source to Sea-Day 1 yang disiarkan secara daring, Kamis (3/11/2022).

Nani menambahkan, sekitar 60 sampai 90 persen dari sampah yang tercecer di laut adalah sampah plastik, terutama sedotan plastik, kemasan gelas minuman, dan kantong plastik.

Baca juga:

- Limbah Masker, Sampah B3 yang Masih Dibuang Sembarangan

- Sungai Watch Kumpulkan 5 Ton Sampah di Taman Nasional Alas Purwo

Di Indonesia, sampah air minum kemasan gelas dan botol termasuk yang berkontribusi signifikan pada polusi sampah plastik di laut. Air minum kemasan gelas mencapai 10,4 miliar kemasan gelas setiap tahunnya, dengan timbulan sampah 46 ribu ton atau hampir sepertiga dari total timbulan sampah industri air kemasan bermerek.

Jumlah timbulan sampah itu belum menghitung timbulan sampah sedotan plastik, komponen dalam penjualan air minum gelas, yang notabene lebih mudah tercecer di lingkungan.

Data juga menunjukkan produksi air kemasan botol sekali pakai mencapai 5,5 miliar botol per tahun, dengan volume sampah sebesar 83 ribu ton atau hampir separuh timbulan sampah plastik industri air kemasan bermerek.

Indonesia mempunyai target yang tertuang dalam Rencana Aksi Sampah Laut dalam lampiran Peraturan Presiden Nomor 83 tahun 2018.

Editor: Fadli Gaper

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

IPK Anjlok, Indonesia Makin Korup?

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending