Bagikan:

Muktamar Muhammadiyah, Wapres Minta Tetap Akur

"Kalau kita berbeda capres, beda partai jangan sampai tidak akur. Apalagi sama-sama Muhammadiyah",

NASIONAL

Senin, 21 Nov 2022 08:50 WIB

Muktamar Muhammadiyah

Muktamar Muhammadiyah, Haedar Nashir dan Abdul Mu'ti terpilih kembali sebagai Ketum dan Sekum di UMS, Solo, Jateng, Minggu (20/11/22). (Antara/Mohammad Ayudha)

KBR, Solo– Muktamar ke 48 Muhammdiyah dan Aisyiyah di Solo resmi ditutup. Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyinggung soal Pilpres 2024. Menurut Ma'ruf, perbedaan pilihan politik sesama kader Muhammadiyah sebagai hal biasa dan tidak mengoyak organisasi ini.

"Pemilu yang akan datang baik Pilpres, Pileg, itu tidak mengoyak keutuhan dan persatuan kita. Perbedaan partai, perbedaan Capres sebagainya tidak membelah keutuhan bangsa ini. Sering saya katakan, kalau kita berbeda capres, beda partai jangan sampai tidak akur. Apalagi sama-sama Muhammadiyah", jelas Ma'ruf saat pidato penutupan Muktamar di Edutorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS),  Solo, Jateng, Minggu  (20/11/2022) malam.

Lebih lanjut Ma'ruf mengungkapkan pilihan dalam partai politik maupun pilihan capres menjadi hak individu. Berbeda pilihan politik, tegas Ma'ruf, tidak akan membelah persatuan anak bangsa.

Baca juga:

Ma'ruf juga menambahkan sikap toleransi dan dasar Pancasila menjadi sumber rujukan sejumlah negara lain dalam mempelajari Indonesia. Bahkan Ma'ruf mengklaim perwakilan sejumlah negara ingin belajar langsung bagaimana kehidupn bernegara di Indonesia yang berideologi Pancasila dan mengedepankan sikap toleransi dan gotong royong.

Muktamar ke 48 Muhammadiyah dan Aisyiyah di Solo telah berakhir dengan keputusan Haedar Nashir terpilih kembali di periode 2 menjabat Ketua Umum Muhammadiyah periode 2022-2027. Sedangkan untuk Sekretaris Umum, Abdul Mu'ti juga terpilih kembali.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kejar Tayang Pengesahan RKUHP