Bagikan:

Muktamar Muhammadiyah, Haedar Nashir Pastikan Pemilihan Ketua Bebas Intervensi

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, proses penentuan calon ketua umum PP Muhammadiyah sudah dilakukan sejak dua tahun silam.

NASIONAL

Rabu, 16 Nov 2022 21:28 WIB

Author

Ken Fitriani

Muktamar Muhammadiyah

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam jumpa pers jelang Muktamar Muhammadiyah di Yogyakarta, Rabu (16/11/2022). (Foto: KBR/Ken Fitriani)

KBR, Yogyakarta – Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah dan Pengurus Pusat (PP) 'Aisyiyah akan menggelar Muktamar Muhammadiyah ke 48 di Surakarta pada 18-20 November 2022 mendatang.

Menjelang perhelatan akbar tersebut, berbagai persiapan pun sudah dimatangkan. Termasuk proses penentuan calon ketua umum PP Muhammadiyah.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, proses penentuan calon ketua umum PP Muhammadiyah sudah dilakukan sejak dua tahun silam.

Dalam kurun waktu dua tahun itu, ada 39 nama yang muncul dan pada tanggal 19 November 2022 nanti akan dikerucutkan menjadi 13 nama terpilih yang telah disepakati.

Dengan proses yang panjang dan berjenjang, kata Haedar, maka tidak akan intervensi dari manapun.

“Bahwa baik materi maupun proses pemilihan Muktamar itu sudah berjenjang dalam tempo bukan karena pandemi. Biasanya dua tahun sebelumnya sudah mengalami proses seleksi yang luar biasa. Maka tidak ada tambahan di tengah jalan, siapa pun dia dan tidak memungkinkan intervensi dari dalam maupun luar,” kata Haedar dalam konferensi pers di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (16/11/2022).

Haedar mengatakan konsep pemilihan dan pengurus yang panjang dan berjenjang tersebut telah berlaku di dalam organisasi itu. Setiap Ketua PP Muhammadiyah memiliki peran masing-masing.

Ia mencontohkan, pengurus Muhammadiyah seperti kesebelasan sepak bola yang mengarungi sebuah pertandingan.

“Muhammadiyah ini perpaduan dari orang-orang, para pemimpin, para kader yang berada di dalam kolektif kolegial yang di atasnya ada system sebagai pengatur pemain. Jadi seperti kesebelasan sepak bola,” ujar Haedar.

Baca juga:

Haedar menjelaskan, proses menuju gelaran akbar kali ini berjalan efisien karena memanfaatkan teknologi. Pada 5-6 November lalu telah diselenggarakan proses sidang membahas materi yang dilakukan secara daring dan luring. Sedangkan untuk pemilihan ketua dan pengurus nanti, akan menggunakan e-voting.

“Proses e-voting ini cepat, mulai dari pemilihan sampai penghitungan. Kemarin kita sudah simulasi, di layer ada tiga puluh sembilan nama itu. Jadi tidak perlu membuka lembaran seperti dulu,” tandasnya.

Muktamar Aisyiyah

Steering Committee Muktamar 48 ‘Aisyiyah, Tri Hastuti mengatakan dalam Muktamar tersebut ‘Aisyiyah turut memberikan fokus pada literasi nasional yang menjadi salah satu isu penting. Sebab literasi di Indonesia masih cukup rendah.

“Ini jadi keprihatinan ‘Aisyiyah untuk mendorong semua menyadari pentingnya literasi untuk menghasilkan SDM yang berkualitas dan betul-betul berkompeten dalam menghadapi kompleksitas problematic yang akan dihadapi Indonesia,” katanya.

Selain itu, lanjut Tri, ‘Aisyiyah juga turut memberikan perhatian kepada internasionalisasi karena merasa penting membawa nilai-nilai peremuan berkemajuan pada level global. Oleh karenanya, perlu memperkuat dan memperluas peran agar ‘Aisyiyah mampu menjadi agen perdamaian dunia.

“Ini menjadi konsen ‘Aisyiyah bagaimana narasi-narasi perempuan berkemajuan akan menjadi narasi-narasi yang mengisi media online kita sehingga perempuan itu memiliki sentral yang sama dan juga peluang yang sama dengan laki-laki,” imbuhnya.

Tri menjelaskan, ‘Aisyiyah turut mendorong Pemilu 2024 yang sebentar lagi akan diselenggarakan tidak hanya menjadi suatu bentuk demokrasi prosedural. Namun Pemilu 2024 harus menjadi satu bentuk demokrasi substansial.

“Artinya calon-calon pemimpin yang nantinya dilahirkan dari proses tersebut punya sikap kenegarawanan dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Termasuk memberikan kesempatan perempuan di eksekutif maupun legislatif,” paparnya.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending