Bagikan:

KTT G20, Indonesia Gagal Jika Tak ada Komunike Bersama

"Kalo tidak ada di Bali, artinya anggaran selama ini terbuang percuma untuk penyelengaraan Presidensi G20. "

NASIONAL

Selasa, 15 Nov 2022 08:49 WIB

KTT G20

KTT G20 dimulai, Bali, Selasa (15/11/22). (Kominfo)

KBR, Jakarta-  Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Indonesia bakal jadi yang tergelap sepanjang sejarah atau gagal, jika tak mampu menciptakan komunike atau kesepakatan bersama para anggota. Ia menyebut Indonesia sebagai tuan rumah harus bisa mendorong terjadinya kesepakatan tersebut.  

Sebelumnya Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan tak masalah jika forum G20 tak menghasilkan komunike atau kesepakatan bersama. 

"Kalau forum G20 di Bali tidak mencapai komunike ya bisa dikatakan sebenarnya bentuk kegagalan di G20 ini karena di roma pun dengan tensi perang dagang yang meningkat, ada pandemi pada saat itu 2021 di Roma, Italia tapi ada tuh G20 Leader Declaration yang memuat 61 poin pernyataan. Kalo tidak ada di Bali, artinya anggaran selama ini terbuang percuma untuk penyelengaraan Presidensi G20. Apalagi yang sentral seperti Rusia tidak hadir langsung di Bali," kata dia kepada KBR, Senin (14/11/22).

Bhima menyebut kalau tidak menghasilkan komunike, KTT G20 di Bali sebagai paling gelap dalam sejarah penyelenggaraan G20. Kata dia, hal itu belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca juga:

Dia mengatakan, meski tak mengikat, deklarasi bersama akan memberi arahan jelas terhadap isu-isu strategis dunia.

"Komunike ini kan penting meski G20 sifatnya nonbinding atau tidak mengikat. Tapi setidaknya kan ada arahan jelas, para pemimpin dunia memandang isu-isu strategis ke depan seperti apa? Bagaimana kerangka kebijakan multilateral karena resesi? Krisis tidak bisa dihadapi satu negara, harus kerjasama dengan negara lainnya. Mestinya kalaupun Putin tidak hadir dan diwakili menteri luar negeri, harapannya tetap tercapai komunike. Meski komunike yang diharapkan adalah pengakhiran perang di ukraina. Mungkin ini yang jadi alot perdebatannya tapi Indonesia mestinya bisa mendorong. Sebagai juru damai yang tidak mempunyai kepentingan dengan perang Ukraina harusnya tetap mendorong adanya komunike." Ujar dia.

Kata Bhima optimisme terhadap komunike ini mestinya jadi catatan positif bagi penyelenggaraan presidensi G20. Kata dia, tanpa komunike G20 bisa dikatakan tak mencapai kesepakatan apapun.



Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending