Bagikan:

Kemenkes Perketat Izin Konser Musik, Berkaca dari DKI Jakarta

Tekan angka kasus COVID-19, Pemerintah perketat izin kerumunan

NASIONAL

Kamis, 10 Nov 2022 19:11 WIB

Kemenkes Perketat Izin Konser Musik, Berkaca dari DKI Jakarta

Suasana meriah Grebeg Sudiro saat pandemi di Surakarta. Foto: Pemkot surakarta

KBR, Jakarta- Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Muhammad Syahril, mengapresiasi kebijakan Pemerintah DKI Jakarta, yang memperketat izin konser musik di tengah peningkatan kasus positif COVID-19 yang semakin ganas.

Syahril meminta pemerintah daerah berkaca pada beberapa konser besar di Jakarta, yang menimbulkan berbagai masalah, termasuk kekhawatiran meningkatnya kasus Corona karena kerumunan. 

"Kemenkes sangat setuju sangat senang. Karena memang harus dilakukan oleh seluruh yang terkait. Terima kasih kepada DKI Jakarta. Saya kira bukan hanya DKI Jakarta, seluruh ya seluruh provinsi ya harus pintar-pintar, harus bijaksana di dalam melakukan ini. Artinya apa? Kerumunan yang begitu besar, bukan saja akan menyebabkan penularan atau masalah COVID-19 tadi ya," kata Syahril dalam keterangan persnya hari ini (10/11/22).

Juru Bicara kemenkes, Syahril menegaskan, dengan mengurangi atau membatasi kegiatan yang melibatkan banyak masyarakat, dapat meminimalisir penularan COVID-19 yang saat ini kasusnya tengah meningkat signifikan.

"Kita lihat beberapa kerusuhan juga terjadi karena kerumunan yang tidak bisa diatur dengan baik. Jadi syukur alhamdulillah kalau ini dikaitkan dengan pembatasan itu, memang kita mengawal ya. Terima kasih kepada DKI," ucapnya.

Baca juga:

Kasus Omicron XBB meningkat, Menkes Prediksi Puncaknya di Akhir Tahun

Warga Abai Prokes, Kasus COVID-19 di Demak Tertinggi se-Jateng

Ia juga menegaskan, selain mengimbau adanya pembatasan kegiatan masyarakat, pemerintah juga berupaya untuk meningkatkan jumlah cakupan vaksinasi booster hingga 70 persen. Di harapkan dengan meningkatnya vaksinasi, maka akan terbentuk kekebalan komunal di masyarakat.

"Bayangkan kalau terjadi lonjakan terus masuk RS karena vaksinasi kita tidak dimanfaatkan dengan baik. Jadi yuk saling mengingatkan, COVID-19 ini masih ada di sekitar kita," imbuhnya.

Editor: Dwi Reinjani

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending