Bagikan:

Kasus Omicron XBB meningkat, Menkes Prediksi Puncaknya di Akhir Tahun

Bisa capai 20 ribu kasus per hari saat puncak gelombang Omicron, Menkes minta masyarakat perketat prokes

NASIONAL

Rabu, 09 Nov 2022 09:18 WIB

Kasus Omicron XBB meningkat, Menkes Prediksi Puncaknya di Akhir Tahun

Ilustrasi, sample tes COVID-19. Foto:ANTARA

KBR,Jakarta- Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyebut, dalam tiga pekan terakhir subvarian Omicron XBB mendominasi tambahan kasus COVID-19. Hal itu diungkap Budi saat rapat kerja bersama Komisi bidang Kesehatan DPR, Selasa (08/11/2022).

Budi menyebut, subvarian Omicron XBB menyebar lebih cepat dibandingkan subvarian BA.4 dan BA.5.

"Dan kelihatan sekali bahwa subvarian XBB, itu cepat sekali naik dominasinya dalam tiga minggu terakhir ini. Ini adalah subvarian yang kita lihat memang ada di Singapura," kata Budi.

Menkes Budi Gunadi memprediksi, puncak kasus subvarian Omicron XBB terjadi pada Desember 2022 hingga Januari 2023. Ia menilai, jika dilihat dari karakteristik sebaran di Singapura, maka saat gelombang datang kasus bisa mencapai 20 ribuan dalam sehari.

"Dalam satu bulan ke depan bisa naik mendekati angka 20 ribu per hari, sama seperti Agustus kemarin. Singapura Xbb sempat membawa kasus per-harinya capai 8.500, sekarang Indonesia ada 5.000-an. Dalam waktu 1,5 bulan puncak ini akan kita capai, berapa nanti kita lihat.” ujar Budi

Kendati begitu, menurut Budi, puncak kasus COVID-19 di Indonesia masih akan didominasi oleh subvarian BA.1.

Baca juga:

COVID-19 Varian XBB, Wapres Minta Masyarakat Waspada

Covid Melonjak, Satgas Minta Disiplin Prokes


Sebagai langkah menghadapi puncak gelombang kasus COVID-19, pemerintah, kata Budi, telah memastikan kapasitas bed rumah sakit mampu menampung seluruh pasien yang terinfeksi COVID-19, dan yang harus segera mendapat penanganan.

Meski demikian, ia mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Terutama penggunaan masker di dalam ruangan, menghindari kerumunan dan segera melakukan vaksinasi booster atau dosis ketiga.

“Kalau boleh titip pesan, untuk mengurangi transmisi pakai masker itu paling ampuh, terutama di dalam ruangan. Tapi untuk hospitalisasi, memang dengan booster. Jadi keduanya harus kombinasi,” Pungkasnya.

Baca juga:

Virus COVID-19 Subvarian Omicron XBB Sudah Masuk Jawa Timur

Editor: Dwi Reinjani

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending