Bagikan:

Deklarasi KTT G20 soal Perang Rusia-Ukraina Berjalan Alot

Deklarasi tersebut terdiri atas 52 paragraf.

NASIONAL

Rabu, 16 Nov 2022 19:51 WIB

Deklarasi KTT G20 soal Perang Rusia-Ukraina Berjalan Alot

Presiden Jokowi sambutan saat acara Welcoming Dinner and Cultural Performance KTT G20 2022 di kawasan GWK, Badung, Bali, Selasa (15/11/22). (Antara/Fikri)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo menyebut Indonesia telah berhasil menghasilkan deklarasi pemimpin G20 atau G20 Bali Leaders Declaration yang awalnya diragukan oleh banyak pihak.

Kata dia, deklarasi tersebut terdiri atas 52 paragraf. Menurutnya, paragraf yang sangat diperdebatkan dan berlangsung alot hingga tengah malam adalah soal sikap negara-negara G20 terhadap perang antara Rusia dan Ukraina.

"Akhirnya para pemimpin G20 menyepakati isi deklarasi yaitu condemnation (menentang keras atau mengecam, red) perang di Ukraina karena telah melanggar batas wilayah, melanggar integritas wilayah. Perang ini telah mengakibatkan penderitaan masyarakat dan memperberat ekonomi global yang masih rapuh akibat pandemi yang menimbulkan risiko terhadap krisis pangan, krisis energi dan potensi krisis finansial," kata Jokowi saat konferensi pers di Bali, Rabu, (16/11/22).

Baca juga:

Jokowi mengklaim, kesepakatan tersebut disetuju semua negara, termasuk Rusia. Kata dia, meski kepala negara G20 tidak datang, tetapi ada perwakilan yang hadir dan ikut mengesahkan deklarasi.

"Dan ada perwakilan Rusia yang hadir di KTT saat itu. Meskipun alot tetapi telah disahkan," kata Jokowi.

Jokowi menambahkan, pemulihan ekonomi global tidak akan tercapai tanpa perdamaian. Oleh sebab itu, presiden juga menyerukan agar perang dihentikan.

Selain itu, menurutnya, para pemimpin juga telah menyetujui untuk menghasilkan kerja sama konkret di sejumlah bidang, seperti kesehatan yakni melalui pandemic fund atau dana pandemi, transisi energi, serta transformasi digital.

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kejar Tayang Pengesahan RKUHP

Most Popular / Trending