Bagikan:

BPBD Jateng: 9 Daerah Terdampak Banjir dan Longsor

"Cilacap total warga terdampak 2.700 jiwa dan 37 diantaranya mengungsi,"

NASIONAL

Senin, 07 Nov 2022 11:31 WIB

Author

Anindya Putri

bencana banjir longsor

Ilustrasi: Bencana longsor SD Campurejo, Tretep, Temanggung, Jawa Tengah, Senin (24/10/22). (Antara/Anis Efizudin)

KBR, Semarang-  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah menyebut sembilan kabupaten/kota di wilayahnya terdampak banjir, longsor dan angin kencang pascadiguyur hujan deras Minggu (06/11) kemarin. Kepala Bidang Kedaruratan Bencana BPBD Jateng, Diki Ruli mengungkapkan  daerah tersebut yakni Cilacap, Kebumen, Grobogan, Kendal, Semarang, Pekalongan, Jepara, Batang dan Demak.

"Bencana di Jateng berdasarkan pantauan kami sampai hari ini 7 November pascadiguyur hujan deras, ada sembilan daerah di Jateng terdampak banjir dan longsor pertama ada di Cilacap total warga terdampak 2.700 jiwa dan 37 diantaranya mengungsi," ungkap Diki kepada KBR di Semarang, Senin (07/11/22).

Diki menjelaskan, daerah paling parah terdampak banjir yakni Kabupaten Cilacap dengan total 2.713 warga terdampak dan Kota Semarang yakni ratusan warga terdampak dengan ketinggian air mencapai satu meter.

Meski terjadi, peristiwa banjir,longsor dan angin kencang di beberapa daerah Jawa Tengah lainnya, hingga saat ini pihaknya belum menerima adanya korban jiwa.

"Untuk laporan korban jiwa belum ya," katanya.

Baca juga:

Menurut Diki, hujan dengan intensitas cukup tinggi dan waktu yang lama menjadi penyebab terjadinya banjir di sejumlah daerah Jateng pada Minggu (07/11) kemarin.

"Kemarin itukan, hujan deras dari siang sampai sore ya," terangnya.

Diki mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dan berhati-hati ketika beraktifitas dan memantau terkait informasi prakiraan cuaca dari BMKG.

"Tolong masyarakat tetap waspada ini sudah masuk musim penghujan, apalagi yang ada di daerah rawan bencana," imbuhnya .

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Ekonomi Indonesia di Tengah Bayang-Bayang Ketidakpastian Global

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Komunitas Biboki Lestarikan Tenun Ikat Tradisional

Most Popular / Trending