Bagikan:

Begini Alasan Jokowi Ajukan Yudo Margono Jadi Panglima

"Panglima TNI sudah diajukan ke DPR untuk mendapatkan persetujuan."

NASIONAL

Selasa, 29 Nov 2022 15:20 WIB

Author

Heru Haetami

Calon panglima TNI

KSAL Laksamana Yudo Margono saat upacara Hari Pahlawan di KRI Semarang-594, di Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (10/11/22). (Antara/Fakhri Hermansyah)

KBR, Jakarta-  Presiden Joko Widodo mengungkapkan alasan pengajuan Laksamana Yudo Margono yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) adalah salah satunya rotasi matra.

Seperti sebelumnya, kata Jokowi, jabatan Panglima TNI diisi oleh Andika Perkasa yang berasal dari TNI Angkatan Darat dan sebelumnya lagi oleh Hadi Tjahjanto yang berasal dari TNI Angkatan Udara.

"Panglima TNI kan sudah kita ajukan. Panglima TNI sudah diajukan ke DPR untuk mendapatkan persetujuan. Satu, yang kita ajukan satu (calon), KSAL yang sekarang karena memang kita rotasi matra," ujar Presiden Jokowi kepada awak media di Rumah Adat Radakng, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, pada Selasa (29/11/22)

Baca juga:

Jokowi telah mengajukan Yudo Margono sebagai calon tunggal Panglima Tentara Nasional Indonesia untuk menggantikan Andika Perkasa. Surat Presiden (Surpres) terkait hal tersebut sudah disampaikan kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan.

Surpres Panglima TNI telah disampaikan kepada DPR oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno pada Senin (28/11). Selanjutnya Yudo Margono akan segera menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR.

Masa jabatan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa berakhir pada 30 Desember 2022. Ketua Komisi Pertahanan DPR, Meutya Hafidmengatakan, komisinya bakal menyelesaikan uji kepatutan dan kelayakan sebelum 15 Desember. Rencananya, Komisi I juga bakal mengunjungi rumah Laksamana Yudo.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending