Bagikan:

Anne Hathaway Nyentil Kesetaraan Gender di Forum B20 demi Perekonomian Global

Menurut Hathaway, 300 tahun lagi kesetaraan gender bisa terwujud? Selama itukah? Ini bakal dibahas asik di podcast What's Trending!

NASIONAL

Rabu, 16 Nov 2022 20:31 WIB

Author

Lea Citra

Podcast What's Trending

Podcast What's Trending

KBR, Jakarta- Aktris Anne Hathaway menyuarakan isu kesetaraan gender di ajang Business 20 atau B20. B20 adalah rangkaian acara dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, di mana Anne Hathaway mewakili UN Women Goodwill Ambassador. 

Aktris asal Amerika Serikat itu mengatakan butuh waktu 300 tahun lagi untuk mencapai kesetaraan gender. Padahal, kesetaraan gender mampu meningkatkan keamanan, kebahagiaan dan kesuksesan.

"Partisipasi wanita dan kesetaraan gender adalah dasar perkembangan bagi semua orang. Saya yakin, kalian semua sadar akan kenyataan yang menunjukkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan bisa membuat kita semakin aman, sejahtera, bahagia, dan lebih sukses," ucapnya.

Baca juga:

Rasa Hampa Mendera Usai Serial Kesayangan Tamat?

KTT G20 Bidang Kesehatan, Jokowi : Berdayakan Negara Berkembang

Stop Blow Up Identitas Korban Kekerasan Seksual Demi Konten!

Duta wanita Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Anne Hathaway menyampaikan, butuh lebih dari sekedar harapan untuk mewujudkan kesetaraan gender. Namun sayangnya kenyataan yang ada menunjukkan sulitnya perwujudan kesetaraan gender. Anne mengatakan, saat ini posisi kepemimpinan wanita kurang dihargai. Hak memperoleh pekerjaan, pendidikan, dan pilihan atas tubuhnya sendiri seakan masih dirampas hingga hari ini.

Pernyataan Anne Hathaway diamini oleh Direktur Institut Lingkaran Pendidikan Alternatif Perempuan (Kapal Perempuan) Misiyah. Misiyah mengatakan kentalnya budaya partriarki menjadi batu sandungan penerapa prinsip kesetaraan gender di dunia ini.

"Ya karena kesetaraan gender ini mendobrak cara hidup kita sehari-hari yang sudah melembaga, sudah menjadi sistem. Sehingga kalau orang berperilaku berbeda dari sistem atau tradisi melembaga yang sebelumnya, dia dianggap aneh, dianggap menyalahi aturan dan sebagainya. Saya kira itu pernyataan yang cukup realistis, melihat masyarakat dunia yang juga tidak mudah untuk menerima perubahan pembaharuan cara berpikir tentang kesetaraan gender," ujar Misiyah.

Mau tau kelanjutan pembahasan kesetaraan gender di kancah internasional. Yuk kita dengarkan podcast What's Trending di link berikut ini:

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

IPK Anjlok, Indonesia Makin Korup?

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending