covid-19

Wapres: Investasi Nutrisi Tingkatkan Peluang dan Kualitas Hidup

"investasi di bidang gizi merupakan smart investment. Nilai ini akan semakin meningkat saat investasi ditujukan pada intervensi yang berdampak tinggi dan meningkatkan peluang serta kualitas hidup"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 23 Nov 2021 14:25 WIB

Wapres: Investasi Nutrisi Tingkatkan Peluang dan Kualitas Hidup

Wapres Maruf Amin saat memberikan Sambutan saat SUN Annual Meeting 2021. (Foto: tangkapan layar/Youtube Setwapres)

KBR, Jakarta - Wakil Presiden, Ma'ruf Amin menyebut investasi di bidang nutrisi merupakan investasi yang paling menguntungkan.

Alasannya, kata Ma'ruf investasi pada program gizi akan menghasilkan keuntungan 30 kali lipat.

"Itulah mengapa investasi di bidang gizi merupakan smart investment. Nilai ini akan semakin meningkat saat investasi ditujukan pada intervensi yang berdampak tinggi dan meningkatkan peluang serta kualitas hidup. Dengan kata lain, dalam pembangunan, intervensi gizi adalah intervensi yang paling efektif dari segi biaya. Hal inilah yang mendorong terbentuknya Gerakan Percepatan Perbaikan Gizi, atau SUN Movement," katanya saat memberi sambutan pada puncak acara Scaling-up Nutrition (SUN) Annual Meeting Tahun 2021 secara daring, Selasa (23/11/2021).

Ma'ruf mengklaim, Indonesia telah berkomitmen melakukan Gerakan Percepatan Perbaikan Gizi di tingkat global.

"Dalam satu dekade terakhir, SUN Movement atau gerakan untuk mengatasi semua bentuk kekurangan gizi, telah mendorong komitmen dari berbagai pihak, untuk terlibat aktif melakukan percepatan perbaikan gizi," jelas dia.

Sebagai bentuk dari komitmen tersebut, kata Wapres, pemerintah terus melakukan berbagai upaya penguatan. Mulai dari penguatan kerangka regulasi, kerangka intervensi, kerangka pendanaan, serta kerangka pemantauan dan evaluasi.

"Tema ini menandai 10 tahun kita berkomitmen dan berkolaborasi dalam percepatan perbaikan gizi," pungkas Ma'ruf Amin.

Berita lainnya:

Ia menambahkan, upaya percepatan perbaikan gizi di Indonesia menujukkan hasil signifikan. Salah satunya adalah prevalensi stunting yang menurun hampir 10 persen, sejak 2013 hingga 2019 lalu.

Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Sistem Dukungan dalam Pengambilan Keputusan

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7