covid-19

Tumbuh Konsisten, Wapres Maruf Ajak Masyarkat Manfaatkan Pasar Modal Syariah

Jumlah saham syariah mencapai 56,9 persen dari total saham yang tercatat di BEI. Kapitalisasi pasar saham syariah mencapai 45,6 persen dari total kapitalisasi pasar saham.

BERITA | NASIONAL | KABAR BISNIS

Jumat, 12 Nov 2021 10:45 WIB

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin saat membuka acara Expo Sharia Investment Week 2021, daring. (12/11/21

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin saat membuka acara Expo Sharia Investment Week 2021, daring. (12/11/21). (Foto: OJK)

KBR, Jakarta- Sejalan dengan pertumbuhan kinerja pasar modal syariah yang cukup menggembirakan, Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin mengimbau masyarakat memanfaatkan investasi berbasis syariah untuk menciptakan ruang tumbuh yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia. 

Meski di tengah pandemi Covid-19, produk pasar modal syariah terus mengalami pertumbuhan yang konsisten, termasuk sukuk negara dan reksa dana syariah. Menurut dia, potensi dan ruang tumbuh keuangan syariah masih cukup besar untuk dimanfaatkan, khususnya pasar modal syariah.

"Saya mengapresiasi berbagai inovasi dan upaya yang telah dilakukan dalam mendorong perkembangan pasar modal syariah Indonesia. Upaya tersebut antara lain berupa penerbitan 11 Peraturan OJK dan 25 Fatwa Dewan Syariah Nasional NU terkait pasar modal syariah. Kemudian juga penerbitan Roadmap Pasar Modal syariah 2022-2024 oleh OJK. Insya Allah kita akan mampu bersama-sama menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia," katanya pada saat membuka acara Expo Sharia Investment Week (SIW) 2021 secara daring, Kamis (11/11).

Baca Juga:

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan, jumlah kepemilikan efek saham syariah per 30 September 2021 tumbuh 45,95 persen year on year (yoy), atau mencapai 1,06 juta investor. Sementara jumlah kepemilikan reksa dana syariah tumbuh 66,69 persen year to date (ytd), sehingga menjadi 805,8 ribu investor.

"OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) dan seluruh pasar modal terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarkat serta terus mengupayakan peningkatan pengetahuan investasi pada instrumen keuangan," ujarnya.

Hasa Fawzi, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku Ketua Pelaksana SIW 2021 menyebut, pasar modal syariah di Indonesia kini telah berkembang pesat dan semakin menarik. Jumlah saham syariah yang tergabung dalam Indeks Saham Syariah (ISI) meningkat 83 persen sejak diluncurkannya ISI pada 2011, dari 237 saham menjadi 434 saham syariah, atau 57 persen dari total saham yang ada.

Sementara, jika merujuk pada data Bursa Efek Indonesia (BEI) per Oktober 2021 komposisi pasar saham syariah di Indonesia masih cukup dominan. Tercatat, jumlah saham syariah mencapai 56,9 persen dari total saham yang tercatat di BEI. Kapitalisasi pasar saham syariah mencapai 45,6 persen dari total kapitalisasi pasar saham. 

Nilai rata-rata transaksi harian perdagangan saham syariah berkontribusi sebesar 52,6 persen, frekuensi transaksi sebesar 58,1 persen, dan volume transaksi sebanyak 47,2 persen.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Popsiklus, Pemain Lama Bisnis Daur Ulang yang Makin Relevan