Bagikan:

Simulasi ESDM, Transportasi dan Manufaktur Masih Hasilkan Emisi Tinggi Hingga 2060

"Sektor transportasi dan industri manufaktur di 2060 masih mengeluarkan emisi yang cukup besar angkanya. Per simulasi itu angkanya 400 juta ton,emisinya dari dua sektor tersebut"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 26 Nov 2021 13:22 WIB

Author

Ranu Arasyki

Ilustrasi: Polusi Jakarta. (Foto: Antara)

Ilustrasi: Polusi Jakarta. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Penggunaan energi di sektor transportasi dan manufaktur diproyeksi masih mengeluarkan emisi karbon yang cukup besar hingga 2060 mendatang. Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana mengatakan, berdasarkan simulasi yang dilakukan Kementerian ESDM, kedua sektor tersebut diperkirakan bakal menghasilkan emisi karbon sebesar 400 juta ton per tahun pada 2060.

"Jadi kajian kami, simulasi kami menggunakan modelling bahwa sektor transportasi dan industri manufaktur di 2060 masih mengeluarkan emisi yang cukup besar angkanya. Per simulasi itu angkanya 400 juta ton, emisinya dari dua sektor tersebut," katanya, Jumat (26/11/2021).

Baca Juga:

Jika melihat dari angka tersebut, keluaran emisi dari sektor transportasi dan manufaktur masih tergolong cukup besar. Terlebih, menurut catatan Dadan, sektor transportasi masih menyerap konsumsi energi yang besar hingga 2021.

Menurut dia, saat ini Kementerian ESDM dan Kementerian Perindustrian tengah mencari jalan keluar untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Hal itu disebabkan permintaan dan kebutuhan kendaraan konvensional yang menggunakan bahan bakar minyak masih sangat tinggi.

"Dari kajian kami, emisi yang awalnya dari energi, tapi ini berada di sektor lain (industri)], ini masih cukup sulit untuk mencari jalan keluarnya. Karena ESDM tidak terlalu memahami kebijakannya kan ada di sektor lain, salah satunya di transportasi," ujarnya.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ragam Syarat Beli Minyak Goreng Curah, Efektifkah?