Selama 9 Bulan, BI Pertahankan Suku Bunga 3,5 Persen

Bank Indonesia memutuskan tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7 days reverse repo rate sebesar 3,5 persen.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 18 Nov 2021 22:06 WIB

suku bunga

Ilustrasi. (Foto: ANTARA/HO-Bank Indonesia)

KBR, Jakarta - Bank Indonesia memutuskan tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7 days reverse repo rate sebesar 3,5 persen.

BI mempertahankan suku bunga acuan 3,5 persen selama sembilan bulan berturut-turut, sejak 18 Februari 2021.

Demikian pula dengan suku bunga deposit facility dipertahankan sebesar 2,75 persen dan suku bunga lending facility sebesar 4,25 persen.

Hal itu disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo, usai Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.

"Keputusan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan di tengah perkiraan inflasi yang rendah, serta upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," kata Perry Warjiyo, pada acara Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur yang disampaikan secara daring, Kamis (18/11/2021).

Baca juga:

"Bank Indonesia mengoptimalkan seluruh bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan serta mendukung upaya perbaikan ekonomi lebih lanjut," lanjut Perry.

Langkah kebijakan BI

Sejalan dengan, katanya, Bank Indonesia akan melakukan lima langkah. Pertama, melanjutkan kebijakan nilai tukar rupiah untuk menjaga stabilitas nilai tukar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar.

Kedua, melanjutkan penguatan strategi operasi moneter untuk memperkuat efektivitas stance kebijakan moneter longgar atau akomodatif.

Ketiga, memperkuat kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan pendalaman analisis pada kelompok bank-bank terbesar yang memiliki pangsa kredit sekitar 70 persen dari industri.

Keempat, mempertahankan kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QR Indonesian Standard (QRIS) untuk merchant kategori Usaha Mikro (UMI) sebesar 0 persen sampai 30 Juni 2022 untuk menjaga kesinambungan akseptasi dan penggunaan QRIS dengan tetap menjaga sustainabilitas industri.

Kelima, memfasilitasi penyelenggaraan promosi perdagangan dan investasi serta melanjutkan sosialisasi penggunaan Local Currency Settlement (LCS) bekerja sama dengan instansi terkait.

Gubernur BI Perry Warjiyo juga menyampaikan, pada November dan Desember 2021 akan diselenggarakan promosi investasi dan perdagangan di Jepang, Tiongkok, Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Brunei Darussalam, dan Singapura.

Bank Indonesia, kata Perry, akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). 

Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas sistem keuangan, meningkatkan kredit pembiayaan kepada dunia usaha pada sektor-sektor prioritas, mendorong pertumbuhan ekonomi, ekspor, serta inklusi ekonomi dan keuangan.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Bersiap Pelat Nomor Kendaraan Ganti Warna dan Dipasangi Chip