covid-19

Satgas Waspada Investasi: Fintech Salurkan Total Pinjaman Rp262 Triliun

"Jumlah peminjam atau borrower totalnya ada 70,28 juta rekening. Pinjaman yang sudah disampaikan mencapai 262,9 triliun dengan outstanding mencapai 26,9 triliun,"

BERITA | NASIONAL

Rabu, 10 Nov 2021 09:34 WIB

Sosialisasi layanan OJK untuk pelaku Fintech.  (29/10/19). (Foto: Antara)

Sosialisasi layanan OJK untuk pelaku Fintech. (29/10/19). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Kendati kasus penipuan pinjaman online (pinjol) ilegal marak terjadi, minat masyarakat untuk mendapatkan dana tunai dari platform berbasis digital masih menjadi pilihan bagi sebagian orang yang sulit mendapatkan akses pinjaman dari bank konvensional.

Ketua Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam L. Tobing     mengatakan,  saat ini hanya ada 104 perusahaan financial technologi (fintech) peer to peer lending atau dikenal dengan pinjaman online (pinjol) yang terdaftar di OJK. 

Ia menyebut tercatat ada 772.534 pemberi pinjaman.

"Dan jumlah peminjam atau borrower totalnya ada 70,28 juta rekening. Pinjaman yang sudah disampaikan mencapai 262,9 triliun dengan outstanding mencapai 26,9 triliun," kata dia saat menjadi moderator diskusi daring “Pemberantasan Pinjaman Online Ilegal”, Selasa (9/11/21).

Tingginya jumlah peminjam dan meningkatnya pinjol tersebut menunjukkan tren penyaluran dana tunai masih diminati masyarakat. Menurut Tongam, pinjol yang legal bertujuan memberikan pendanaan kepada masyarakat yang tidak dapat dilayani oleh sektor keuangan formal. Namun, maraknya kasus kekerasan, intimidasi, penipuan dari pinjol ilegal membuat sentimen negatif atas keberadaan platform digital ini.

Baca Juga:

Dia menjelaskan, pinjol ilegal dapat diidentifikasi dari pemberian suku bunga yang tinggi, fee yang besar, denda tidak terbatas hingga selalu melakukan teror dan intimidasi. Selain itu pinjol ilegal kerap meminta akses ke seluruh isi perangkat ponsel debitur. Hingga saat ini, total pinjol ilegal yang telah dihentikan OJK hingga November 2021 mencapai 3.631 entitas.

Berdasarkan laman resmi OJK, pada Rabu (3/11/21), Satgas Waspada Investasi telah menutup 116 entitas pinjol ilegal yang beroperasi di internet dan aplikasi di jaringan telekomunikasi seluler.

Penutupan tersebut berdasakan temuan Satgas Waspada Investasi saat melakukan patroli siber. Selain menutup operasional pinjol ilegal melalui Kemenkominfo juga telah menyampaikan daftar pinjol ilegal tersebut kepada  Kepolisian untuk ditindaklanjuti secara hukum.

Selain kegiatan pinjol ilegal, Satgas Waspada Investasi juga menghentikan tujuh kegiatan usaha yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang serta melakukan duplikasi atau mengatasnamakan entitas yang berizin sehingga berpotensi merugikan masyarakat.

Editor: Ranu Arasyki

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Sistem Dukungan dalam Pengambilan Keputusan

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7