Bagikan:

Satgas Covid-19: Kasus Melonjak, Laju Vaksinasi Malah Turun

"Adanya kenaikan kasus ini dibarengi dengan peningkatan jumlah orang yang dirawat pada 43 kabupaten kota di Jawa-Bali atau sebesar 34 persen"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 16 Nov 2021 19:40 WIB

Satgas Covid-19: Kasus Melonjak, Laju Vaksinasi Malah Turun

ilustrasi vaksinasi covid-19. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, pekan ini terjadi peningkatan kasus virus korona di 37 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali.

Wiku mengatakan, jika dibandingkan dengan pekan lalu, peningkatan paling banyak terjadi di Provinsi Jawa Tengah dengan 14 Kabupaten/Kota, Jawa Timur dengan 12 Kabupaten/Kota dan Jawa Barat dengan 8 Kabupaten/Kota. 

Peningkatan kasus ini, kata dia, juga dibarengi dengan peningkatan jumlah orang yang dirawat di rumah sakit.

"Adanya kenaikan kasus ini dibarengi dengan peningkatan jumlah orang yang dirawat pada 43 kabupaten kota di Jawa-Bali atau sebesar 34 persen. Urutan terbesar kenaikan orang yang dirawat sama dengan kenaikan kasus yaitu Jawa tengah tertinggi dengan 14 kabupaten/kota, Jawa Timur 13 kabupaten/kota dan Jawa barat 8 kabupaten/kota," kata Wiku pada keterangan persnya secara daring di Jakarta, Selasa (16/11/2021).

Wiku mengungkapkan, selain di tingkat kabupaten/kota, peningkatan jumlah orang yang dirawat juga terjadi di wisma atlet, sepekan terakhir. 

"Data keterisian wisma atlet, meningkat secara konsisten pada rentang 248 sampai 273 orang yang dirawat. Padahal sebelumnya keterisian tempat tidur di wisma atlet sudah berhasil ditekan hingga 209 orang," katanya.

Berita lainnya:

Wiku Adisasmito menjelaskan, peningkatan kasus yang terjadi ini justru tidak diimbangi dengan peningkatan laju vaksinasi. Dalam 7 pekan terakhir, laju vaksinasi nasional justru menurun. Ia juga meminta seluruh pemerintah daerah segera meningkatkan cakupan vaksinasi di daerahnya masing-masing, dan juga meminta masyarakat agar tidak pilih-pilih merek vaksin.

"Cakupan vaksin penting sebagai modal menghadapi lonjakan kasus yang mulai terjadi, dan harus diupayakan tercapai sebelum terjadinya lonjakan ketiga. Saya juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak memilih-milih merek vaksin yang digunakan, semua jenis vaksin yang masuk dan beredar di Indonesia sudah dipastikan keamanan, kualitas, dan efektivitasnya berdasarkan uji yang dilaksanakan oleh badan POM dan pemantauan instansi dan organisasi terkait," pungkasnya.

Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Pemerintah Mengatasi KLB Polio