Jokowi Ingatkan Potensi Lonjakan Covid-19 di Tengah Pelonggaran PPKM

Belajar dari pengalaman negara-negara Eropa yang mengalami lonjakan kasus harian cukup besar akibat lalainya masyarakat menerapkan protokol kesehatan

BERITA | NASIONAL

Senin, 08 Nov 2021 18:00 WIB

Kendaraan melintas di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta yang sudah berstatus PPKM level 1. Selasa (2/11

Kendaraan melintas di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta yang sudah berstatus PPKM level 1. Selasa (2/11/21). (Foto: Antara Sigid Kurniawan)

KBR, Jakarta - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati terhadap lonjakan kasus Covid-19, ditengah pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di seluruh daerah.

Jokowi mengatakan, masyarakat perlu belajar dari meledaknya kasus Covid-19 di sejumlah negara di Eropa.

Pernyataan Jokowi tersebut disampaikan Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers secara daring, Senin (8/11/2021).

"Dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden, beliau menyampaikan bahwa kita harus betul-betul hati-hati. Belajar dari pengalaman negara-negara Eropa yang mengalami lonjakan kasus harian cukup besar akibat lalainya masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Sekali lagi saya tidak bosan menyampaikan, masalah protokol kesehatan dan kehati-hatian kita harus sangat tinggi," kata Luhut.

Luhut mengimbau agar masyarakat menaati protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah, karena itu merupakan salah satu kunci untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Baca Juga:

Luhut mengakui, pelonggaran PPKM yang terus dilakukan oleh pemerintah berdampak kepada kenaikan mobilitas di atas ambang batas yang telah ditentukan. 

Kondisi ini menurut dia harus diwaspadai mengingat masih ada 34 persen kabupaten/kota di Jawa-Bali yang mobilitasnya cukup tinggi, tetapi tingkat vaksinasinya belum mencapai target.

Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sejumlah negara di Eropa kini kembali mengalami lonjakan kasus Covid-19. WHO menyebut ada kebangkitan yang mengkhawatirkan dan sekali lagi menjadikan Eropa sebagai episentrum pandemi.

Berdasarkan laporan WHO, Eropa dan Asia Tengah menyumbang 59 persen dari total kasus Covid-19 secara global dan 48 persen dari kematian Covid-19 yang dilaporkan. 

Terdapat 53 negara Eropa dan Asia Tengah dengan laju peningkatan Covid-19 mencapai 55% dalam empat minggu terakhir. Bahkan, angka kematian baru diprediksi akan mencapai 500.000 di Februari 2022.

Editor: Ranu Arasyki



Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Meningkat Netizen Pakai Petisi di Platform Digital