Bagikan:

Ini Upaya Pemerintah Antisipasi Gelombang Ketiga Pandemi COVID-19

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membeberkan beberapa mitigasi risiko gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia. Salah satunya, yakni melakukan deteksi dini di 22 pintu masuk darat, laut, dan udara.

BERITA | NASIONAL

Senin, 08 Nov 2021 13:07 WIB

Mitigasi gelombang ketiga

Warga melintas di area Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (23/10/2021). (Foto: ANTARA/Fauzan)

KBR, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membeberkan beberapa upaya mitigasi (pengurangan risiko) potensi gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia. 

Salah satunya, melakukan deteksi dini di 22 pintu masuk wilayah Indonesia baik jalur darat, laut, dan udara.

"Setidaknya kita sudah bisa mengidentifikasi daerah yang paling berisiko, karena banyak masuk di titik ini. Untuk udara paling banyak Bandara Soekarno Hatta, darat paling banyak di Entikong, dan laut banyak di Batam. Jadi kekuatan kita pertahanan kita bangun di titik-titik itu," kata Budi dalam Rapat Kerja Bersama DPR Komisi IX, Senin (8/11/2021).

Selain penjagaan di pintu masuk kedatangan, lanjutnya, strategi deteksi dini terus dilakukan pemerintah melalui surveilans.

Baca juga:

Surveilans

Proses pengetesan dan penelusuran kontak terus ditingkatkan di atas dari batas yang dianjurkan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO).

"Kita jaga lebih tinggi dari WHO untuk memastikan jangan sampai kita meledak lagi kasusnya. Kalau bisa kita identifikasi surveilans-nya baik. Kita bisa karantina sehingga mencegah jangan sampai ada gelombang ketiga," tuturnya.

    Budi menambahkan, dari aspek strategi perawatan, kapasitas tempat tidur di rumah sakit di Indonesia masih cukup tinggi, yakni mencapai 120 ribu unit.  

    "Tempat tidur dari kapasitas 120 ribu baru terisi tiga ribu. Jadi, dari sisi kapasitas cukup longgar. Kemudian kebutuhan oksigen otomatis juga berlebih. Kita bisa belajar dari pengalaman kemarin. ," tutupnya.

    Budi mengatakan telah menyerahkan ketersediaan fasilitas kesehatan tersebut untuk rumah sakit umum dan daerah, termasuk 16 ribu konsentrator oksigen dan 29 generator oksigen yang dibutuhkan untuk menangani pasien Covid-19.

    Baca juga: 

    Editor: Ranu Arasyki

    Kirim pesan ke kami

    Whatsapp
    Komentar

    KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

    Kabar Baru Jam 11

    Kabar Baru Jam 10

    Kabar Baru Jam 8

    Kabar Baru Jam 7

    Jalan Berliku Warga Ibu Kota Dapatkan Udara Bersih