Harga BBM Pertamina Belum Naik, Ini Alasannya

Tingginya harga minyak dunia memberikan tekanan yang signifikan atas beban pokok produksi bahan bakar minyak (BBM) dan makin menekan profitabilitas Pertamina.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 11 Nov 2021 11:22 WIB

Petugas melayani pembelian Bahan Bakar Minyak solar di sebuah SPBU di Kota Madiun, Jawa Timur, Selas

Petugas melayani pembelian Bahan Bakar Minyak solar di sebuah SPBU di Kota Madiun, Jawa Timur, Selasa (19/10/21). (Foto: Antara/Siswowidodo)

KBR, Jakarta- Di tengah penaikan harga minyak mentah dunia, PT Pertamina (Persero) masih menahan kenaikan harga jual produksi bahan bakarnya di pasaran.

Pjs. Senior Vice President Corporate Communications and Investor Relations Pertamina Fajriyah Usman mengakui, tingginya harga minyak dunia memberikan tekanan yang signifikan atas beban pokok produksi bahan bakar minyak (BBM) dan makin menekan profitabilitas Pertamina. Namun demikian, Fajriyah menolak untuk menyampaikan besaran   beban pokok produksi BBM dan profitablitas Pertamina tersebut.

Menurut dia, keputusan tersebut dikarenakan perusahan saat ini tengah concern terhadap penurunan daya beli masyarakat saat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia. Untuk itu, lanjutnya, saat ini Pertamina dengan pemerintah tengah melakukan pembahasan guna mencari solusi terbaik.

Saat ini, harga jual bahan bakar umum Pertamina untuk jenis Pertalite dijual Rp7.650 per liter. Angka ini berada jauh dari harga jual yang semestinya jika mengacu pada harga minyak dunia saat ini.

Baca Juga:

"Dicompare saja dengan perusahaan atau operator SPBU lainnya, Beda harganya bahkan ada yang mencapai Rp3.000-an, baik operator yang kuning, yang hijau dan sebagainya. Yang pasti adalah bahwa Pertamina selaku BUMN Energi tetap menjalankan komitmennya untuk menyediakan, mendistribusikan dan memberikan pelayanan BBM kepada seluruh masyarakat," kata  Fajriyah Usman melalui keterangan tertulis kepada KBR, Rabu (10/11).

Sebelumnya sejumlah operator bahan bakar minyak  telah menaikkan harga minyak sejak awal November 2021. Produsen minyak seperti Shell Indonesia misalnya, menaikkan  sebesar Rp1.370 per liter jika dibandingkan harga sebelumnya.

Harga Shell Super atau RON 92 dijual Rp12.860 per liter, shell V-Power Nitro+ atau RON 98 dijual Rp13.700 per liter. Angka ini terpaut cukup jauh dibandingkan Pertamina yang menjual Pertamax atau RON 92 di harga Rp9.000 per liter dan Pertamax Turbo atau RON 98 dengan harga Rp12.300.

Sebelumnya, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Soerjaningsih mengatakan, pemerintah berencana memberikan kompensasi kepada Pertamina terkait beban yang dihadapi perusahaan pelat merah tersebut. Namun, hingga kini besaran kompensasi tersebut belum juga diputuskan.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Bersiap Pelat Nomor Kendaraan Ganti Warna dan Dipasangi Chip