Bagikan:

BNPB Gelontorkan Bantuan Rp1,5 Miliar Untuk Korban Banjir di Kalbar

Dia mengingatkan kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana agar selalu waspada atas kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi susulan.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 12 Nov 2021 14:19 WIB

bencana alam

Truk melintas jalan yang banjir di Kota Sintang, Kalimantan Barat, Rabu (10/11/2021). (Foto: ANTARA/Jane Elisabeth W)

KBR, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan tanggap darurat senilai Rp1,5 miliar untuk empat kabupaten terdampak banjir di wilayah Kalimantan Barat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi BNPB Abdul Muhari mengatakan bantuan yang diberikan untuk penanganan banjir di Sintang senilai Rp500 juta, Kabupaten Malawi senilai Rp500 juta, dan Rp250 juta masing-masing diberikan kepada Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Sanggau.

"Ini berjalan dulu, dioptimalkan dulu. Kita lihat nanti kebutuhan daerah seperti apa. Penanganannya kan sekarang ada di daerah meski pun Kabupaten Sintang menyatakan status tanggap darurat, dan kabupaten lain juga. Tapi pelaksanaannya yang tahu pemerintah provinsi. Jadi, kalau perangkat logistik, dukungan anggaran sudah disampaikan BNPB, jika sudah di optimalkan dan masih ada kebutuhan maka kita akan bantu," katanya kepada KBR, Jum'at, (12/11/2021).

Untuk saat ini, bantuan itu dinilai cukup untuk menangggulangi korban bencana banjir di Kalbar. Namun, tidak menutup kemungkinan, bantuan dapat bertambah jika pemerintah daerah setempat membutuhkan bantuan untuk penangan para korban. 

BNPB telah mengirimkan bantuan logistik dan peralatan kepada Pemkab Sintang berupa makanan siap saji 504 paket, lauk pauk 501 paket, matras 300 buah, selimut 300 buah, masker KF94 5.000 lembar, tenda pengungsi dua set dan perahu polyethylene dua buah.

Sementara, untuk Kabupaten Melawi, BNPB menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji sebanyak 504 paket , lauk pauk sebanyak 501 paket, matras 300 buah, selimut 300 buah dan masker KF94 sebanyak 5.000 lembar.

Baca Juga:

Abdul Muhari mengingatkan kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana agar selalu waspada atas kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi susulan. Menurut dia, sangat diperlukan adanya kesiapsiagaan mulai dari level paling kecil, yakni individu, keluarga dan komunitas. 

Di level paling kecil ini masyarakat diharapkan dapat memantau potensi bencana yang ada di sekitarnya. Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terus menerus selama satu jam dengan jarak pandang tidak lebih dari 30 meter, maka masyarakat yang tinggal di sekitar lereng tebing, bantaran sungai segera melakukan evakuasi.

"Menyikapi bencana itu, BNPB selalu menurunkan personil reaksi cepat jika pemerintah daerah menetapkan status siaga darurat dan siaga daerah, baik untuk Sintang, Ketapang, dan kabupaten lainnya," katanya.

Selain di empat kabupaten tersebut, banjir juga merendam pemukiman warga di Kecamatan Batu Mandi, Kabupaten Balangan, Kalsel. Peristiwa tersebut dilaporkan BPBD setempat pada Kamis (11/11), pukul 06.00 WIB. Kejadian ini berlangsung setelah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air sungai Batu Mandi meluap.

Wilayah terdampak berada di tiga desa, yaitu Desa Kasai, Kaladan dan Riwa. Sedangkan warga terdampak berjumlah 242 KK atau 721 jiwa. Meski tidak ada laporan mengenai korban jiwa, banjir merendam satu kantor desa dan dua tempat ibadah. 

Di hari yang sama, banjir juga melanda Kabupaten Ketapang pada pukul 19.00 WIB. Laporan BNPB menyebutkan, sebanyak 2.208 rumah warga terdampak banjir.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Subsidi dan Tata Kelola Pupuk Indonesia

Most Popular / Trending