Bagikan:

Antisipasi La Nina, BNPB Minta Daerah Sempurnakan Jejaring Peringatan Dini

Untuk mengantisipasi dampak La Nina, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ganip Warsito menyerukan pelaksanaan apel kesiapsiagaan segenap personil dan perangkat di daerah.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 04 Nov 2021 13:57 WIB

Author

Fadli Gaper

Jejaring Peringatan Dini

Petugas membawakan bantuan makanan bagi korban banjir di Kelurahan Bukit Datuk, Dumai, Riau, Sabtu (30/10/2021). (Foto: ANTARA/Aswaddy Hamid)

KBR, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ganip Warsito menyerukan pelaksanaan apel kesiapsiagaan segenap personil dan perangkat di daerah untuk mengantisipasi dampak fenomena cuaca La Nina. 

Ganip juga mengingatkan semua pemerintah provinsi untuk menyusun rencana kontinjensi, terutama yang wilayahnya terdampak peningkatan curah hujan akibat La Nina. 

Ganip juga meminta jejaring komunikasi peringatan dini di semua daerah, terus disempurnakan.

"Agar jejaring komunikasi peringatan dini dan kedaruratan berjalan optimal maka BPBD Kabupaten/Kota, Provinsi perlu memasang berbagai rambu-rambu daerah rawan kemudian menetapkan jalur-jalur atau tempat evakuasi sementara, dan lakukan simulasi evakuasi secara berkala ataupun secara teknis meningkat sampai kegiatan yang bersifat teknis, taktis. Terakhir tetapkan status siaga darurat jika diperlukan," ujar Kepala BNPB Pusat Ganip Warsito (4/11/2021).

Baca juga:

Potensi Bencana Ekologis di Indonesia Makin Besar

Gagap Memitigasi Bencana

Sejumlah daerah menaati seruan BNPB Pusat untuk melaksanakan apel kesiapsiagaan mengantisipasi dampak La Nina.

Di Jawa Timur misalnya, Gubernur Khofifah Indar Parawansa tiga hari lalu memimpin apel siaga banjir di Bendungan Semantok, Nganjuk. 

Data yang dihimpun BPBD Jawa Timur menyebut, sejak Januari hingga Oktober kemarin, total ada 245 bencana. Terbanyak yaitu banjir, angin kencang, longsor, puting beliung dan gempa bumi. Akibatnya, 43 orang meninggal, 150 luka-luka, 19 ribu rumah rusak, dan 125 ribu kepala keluarga terdampak bencana di Jawa Timur.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Menghidupkan Dwifungsi TNI

Most Popular / Trending