covid-19

Wacana Penghapusan Premium, Menteri ESDM: Harga Sama dengan Pertalite

Pertamina hanya mengeluarkan program promosi yang menetapkan harga Pertalite sama dengan Premium

BERITA | NASIONAL

Senin, 23 Nov 2020 20:59 WIB

Author

Heru Haetami

Wacana Penghapusan Premium, Menteri ESDM: Harga Sama dengan Pertalite

Ilustrasi Pekerja Membersihkan Papan Harga Pertamina

KBR, Jakarta- Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan belum ada pernyataan resmi terkait wacana penghapusan bahan bakar Premium.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan Pertamina hanya mengeluarkan program promosi yang menetapkan harga Pertalite sama dengan Premium.

"Terkait dengan BBM Premium, sebetulnya kami nggak melakukan statement apa-apa, juga di antara lingkungan kementerian EDSM tidak melakukan statement apa-apa, yang kami lakukan, yang dilakukan oleh Pertamina adalah mempromosikan Pertalite dengan harga Premium," kata Arifin dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Senin (23/11/2020).

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, adapun tujuan dari pada program tersebut yakni untuk memperbaiki emisi gas.

Arifin memastikan, saat ini situasinya seperti biasa, dan alokasi BBM subsidi jenis Premium ini untuk tahun depan tetap akan kita penuhi.

"Tujuannya adalah untuk bisa memperbaiki emisi gas kita karena Premium ini cuma 3 negara saja di dunia yang masih menggunakan Premium termasuk di Indonesia," katanya.

Sebelumnya dalam sebuah diskusi virtual, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, MR Karliansyah mengaku menerima informasi bahwa bbm bersubsidi itu akan dihilangkan secara bertahap.

Karliansyah menyebut informasi itu ia dapatkan setelah bertemu dengan Direktur Operasional Pertamina.

"Syukur alhamdulillah pada Senin lalu, saya bertemu dengan Direktur Operasional Pertamina, beliau menyampaikan per 1 Januari 2021, Premium di Jamali khususnya akan dihilangkan,” kata Karliansyah, dalam diskusi virtual (13/11/2020).


Editor: Ardhi Rosyadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Digelar?

Kabar Baru Jam 8

Wisata Sehat di Tengah Pandemi

Desa Wisata Tak Kehilangan Pesona