Perhutanan Sosial, Jokowi: 6 Tahun Baru 30 Persen Target Terealisasi

"Dari target 12,7 juta hektare untuk capaian perhutanan sosial sampai 2024. Sampai tahun ini bulan September itu tercapai 4,2 juta hektare."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 03 Nov 2020 12:52 WIB

Author

Dwi Reinjani

Perhutanan Sosial,  Jokowi: 6 Tahun Baru 30 Persen Target Terealisasi

Presiden Jokowi memimpin Ratas "Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Perhutanan Sosial", Selasa (03/11).

KBR, Jakarta-    Presiden Joko Widodo mengatakan, pemerintah saat ini masih memiliki sisa waktu 4 tahun untuk mengejar target program Perhutanan Sosial untuk rakyat Indonesia. Ia mengatakan dalam kurun waktu 6 tahun terakhir, realisasi program tersebut belum mencapai 50 persen atau baru mencapai 4 juta hektare yang dibagikan dari target akhir 12 juta hektare.

“Yang pertama dari target 12,7 juta hektare untuk capaian perhutanan sosial sampai 2024. Sampai tahun ini bulan September itu tercapai 4,2 juta hektare. Artinya, kita masih memiliki sisa yang cukup banyak untuk bisa kita selesaikan dalam 4 tahun mendatang yaitu kurang lebih masih 8 juta lebih,” ujar Jokowi, saat membuka ratas, Selasa (03/11/2020)

Kendati demikian menurut Jokowi, ada peningkatan yang cukup signifikan dalam 5 tahun ke belakang, terkait pelaksanaan Perhutanan Sosial dan ada percepatan dari jajarannya untuk merealisasikan program kepada masyarakat. Dia meminta agar jajarannya bisa lebih cepat lagi merealisasikan 8 juta hektare lahan kepada masyarakat selama 4 tahun ke depan.

Selain itu ia juga mengingatkan kepada jajarannya untuk tetap mengawasi dan memberi edukasi kepada masyarakat yang mendapat lahan dari perhutanan sosial tersebut. Dia meminta masyarakat mampu mengelola lahan dengan baik sehingga menjanjikan bisnis yang menguntungkan.

“Perhutanan sosial bukan hanya sebatas urusan pemberian izin ke masyarakat, mengeluarkan SK ke masyarakat tapi yang paling penting adalah pendampingan. Untuk program lanjutan sehingga masyarakat di sekitar hutan itu memiliki kemampuan memanagement SK yang sudah diberikan. Untuk masuk ke dalam aspek bisnis perhutanan sosial yang tidak hanya agroforestry tetapi juga, bisa masuk ke bisnis eco wisata, agro silvo pastoral, bisnis bio energy, bisnis hasil hutan bukan kayu, bisnis kayu rakyat. Semua sebetulnya bisa menyejahterakan, tapi sekali lagi pendampingan ini sangat diperlukan.” Ujar Jokowi.

 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Peran Pemerintah Daerah Antisipasi Bencana Hidrometeorologi di Cuaca Ekstrem

Kabar Baru Jam 8

Menyoal Rencana Vaksinasi Bagi Lansia

Kabar Baru Jam 10